Piknik ke Brastagi di Sumatera Utara



Assalammualaikum wr wb,
Apa kabar?

Beberapa waktu yang lalu, pertengahan bulan Oktober 2019, keluarga LinRaNa wisata dadakan ke daerah Brastagi.
Kenapa dibilang dadakan? Karena malam sebelum berangkat baru diputuskan untuk berwisata besoknya ke Brastagi.
Brastagi merupakan suatu daerah wisata yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Karena merupakan daerah pegunungan, jadi suasannya juga sejuk, adem, semriwinglah pokokna.

Kami dua keluarga berangkat; keluarga LinRaNa, dan keluarga adik saya, dengan menggunakan mobil pribadi.
Perjalanan yang ditempuh adalah lebih kurang 2 jam. Kami berangkat sekitar pukul 10 pagi. Dan sampai di Bukit Kubu, Brastagi, hampir jam 12 siang.

Waktunya makan siang nih.
Area Bukit Kubu di Brastagi ini, memang area piknik yang asyik. Banyak keluarga ataupun grup pertemanan yang piknik di area ini. Saat kami tiba, ada juga staf dari suatu badan pemerintah yang sedang outbond di sana.
Bukit Kubu ini merupakan halaman luas dan berbukit di lingkungan hotel dan villa yang bernama Bukit Kubu juga, yang memang diperbolehkan kepada siapa saja yang ingin berpiknik di sana.


Bukit Kubu Brastagi / Dokpri


Kami pun mencari tempat yang nyaman untuk membentangkan karpet eh tikar sebagai alas duduk untuk makan siang.
Sebenarnya untuk masuk berpiknik di Bukit Kubu ini dikenakan biaya, tapi karena salah satu kerabat dan temannya sedang menginap di salah satu villa di Bukit Kubu ini, jadi kami bisa masuk gratis. Dan saya tidak tau berapa yang harus dibayarkan untuk berpiknik di Bukit Kubu ini.


Piknik gelar tikar yang dibawa dari rumah / Dokpri

Jikalau tidak membawa alas duduk, kita juga dapat menyewa tikar yang memang sudah dibentangkan di beberapa lokasi di lapangan Bukit Kubu ini. Harga sewa tikar sudah termasuk didalam biaya masuk area Bukit Kubu. Kami kebetulan membawa tikar sendiri.
Menu makan siang kami adalah ayam goreng dan sambel teri, serta lalap timun yang memang disiapkan dari rumah.
Udara yang sejuk, dan memang pas jam makan siang membuat semua pada lahap makannya.
Selesai makan, trio LinRaNa tak sabar untuk bermain. Rumput yang hijau luas dan berbukit-bukit membuat anak-anak berlarian dengan gembira. Pas tahu ada yang jual layangan, anak-anak pun semangat minta dibelikan layangan, dan layangannya pun sukses diterbangkan oleh ayah LinRaNa.

Main layangan setelah makan siang / Dokpri

Oh iya, fyi, di area piknik ini juga disediakan musholla yang bersih, dan air wudhunya lumayan membuat kita menggigil kedinginan.

Kami piknik di Bukit Kubu lumayan lama juga sekitar dua jam.

Setelah puas bermain dan piknik di Bukit Kubu, kami pun menuju ke peternakan sapi. Baru kali ini saya mengunjungi peternakan sapi di Brastagi ini. Tempatnya masih di area pegunungan juga, jalan menuju peternakan sapi ini rada kecil, walaupun cukup untuk berpapasan dua mobil, kiri kanan masih banyak tumbuhan liar dan area perkebunan. 

Kami melewati perkebunan strawberry, tapi kita tidak mampir, karena setelah peternakan sapi kami berniat mengunjungi tempat wisata lain yang ada di Brastagi juga, takut kemalaman. Mudah-mudahan lain kali dapat berkunjung ke kebun strawberry.

Lebih kurang 15 atau 20 menit perjalanan dari Bukit Kubu ke peternakan sapi ini.
Peternakan ini tidak seluas yang saya bayangkan. Malah menurut saya kurang luas, karena saya rasa kok ya sapi-sapinya berdesakan dan terlalu dekat dari pintu masuk. 

Pengunjung sangat ramai, padahal kami datang di Hari Sabtu, bagaimana kalau seandainya kami datang besoknya di Hari Minggu ya, pasti lebih ramai lagi.
Seperti yang saya ceritakan tadi, sapi-sapi itu letaknya lumayan dekat dengan pintu masuk pengunjung, sehingga bau sapi terasa menyengat. Sapi yang ada di peternakan ini adalah jenis sapi yang seperti di kotak susu, warna hitam putih itu lho.

Di area peternakan juga ada mini market yang menjual susu hasil dari peternakan tersebut, beserta turunannya. Seperti yoghurt, susu aneka rasa; strawberry (mungkin strawberrynya beli dari kebun strawberry yang kami lewati tadi), rasa coklat, dan vanilla.
Es krim made in peternakan tersebut juga ada. Rasanya enak sekali. Ada juga bakso, saya tidak tahu, bakso tersebut produk home made dari peternakan tersebut atau tidak.

Menu-menu makanan siap saji di kantin peternakan tersebut sebenarnya menggugah selera. Hanya saja karena aroma dari sapi-sapi yang terlalu dekat tersebut, membuat kami membeli makanan-makanan itu dan membawanya untuk di makan nanti, karena selain bau yang kurang enak, juga banyak lalatnya. Maklum terlalu dekat sih sama sapi-sapinya.

Kami hanya sebentar saja berada di peternakan sapi ini. Yah, lebih kurang 15 menit atau 10 menit lah.

Jalan masuk ke peternakan sapi / Dokpri

Sapi-sapi yang ada di peternakan sapi / Dokpri


Beranjak dari peternakan sapi kami menuju ke tempat pemandian air panas sidebu-debu. Sebelum sampai di tempat pemandian air belerang ini, kami sholat ashar dulu di masjid kecil yang kami lewati.

Ternyata, tempat pemandian air belerang ini sudah berjamur, sudah banyak sekali dan jadi bingung memilihnya, mau masuk ke pemandian air panas yang mana.
Ada yang punya waterboom lagi. Wahh, saya jadi mikir, gimana waterboom kok di kolaborasi sama air panas. Begitu meluncur meliuk-liuk trus jatuhnya ke air panas gitu? Wah matang dong kita? *tepok jidat*

Akhirnya kami memilih salah satu tempat pemandian air panas GINTING, yang tidak ada waterboomnya. Takut, kalau ada waterboomnya, anak-anak nanti susah diajak pulang.
Untuk biaya masuk, kami membayar 60 ribu rupiah untuk 4 orang dewasa dan 3 orang anak-anak plus parkir mobil.

Memang sangat rileks di sore-sore yang sudah mulai dingin, masuk ke air panas. Kolam air panasnya banyak. Kami memilih satu kolam yang bisa kami pakai sekeluarga. Serasa kolam pribadi.
Awalnya, hanya rendam kaki dulu, karena gak tahan kalo langsung loncat ke kolam, bisa merah-merah kebakar kulit kita. Habis rendam kaki, lanjut turunkan kaki hingga paha, trus mulai berani duduk hingga pinggang terendam. Lama-lama anak-anak kok ya nyelam-nyelam seperti di kolam renang biasa.
Makanan yang kami beli tadi di peternakan pun kami habiskan di sini. Habis berendam, pada laper, trus ngemil susu strawberry, dan kentang mayonnaise, habis itu lanjut berendam lagi.
Lebih kurang satu jam kami berada di pemandian sidebu-debu Ginting ini. Dan seperti yang sudah diduga, susah sekali mengajak anak-anak pulang kalau sudah main air begini.


Pemandian Air Belerang Sidebu-debu Brastagi


Setelah berhasil membujuk anak-anak dan membersihkan mereka dan Bersih-bersih diri sendiri, kami pun hengkang dari dunia persilatan, eh kami pun meninggalkan kolam air panas tersebut. 

Keluar dari tempat pemandian hari pun mulai maghrib, dan gerimis juga menambah dingin suasana. Kami juga mulai lapar. Kami berencana makan mie rebus di Daerah Panatapan, daerah yang akan kami lewati menuju pulang ke Medan.

Tapi kami singgah terlebih dahulu di warung pancake, seperti namanya, warung ini menjual pancake yang fresh. Kami beli rasa strawberry dan coklat. Pancakenya lumayan besar, diameter sejengkal tangan orang dewasa lebih kurang. Dibandrol dengan harga sepuluh ribu rupiah per pancake.



Jajan pancake sebelum pulang / dokpri



Tiba di penatapan, masih gerimis. Anak-anak pun kami pakaikan jaket. Duduk di tempat makan, memesan mie rebus, jagung bakar dan jagung rebus, dan tak lupa kami turunkan bekal makan siang kami tadi.


Singgah di Panatapan. Latar belakangnya itu semestinya adalah pemandangan yang indah. Apalah daya, berkabut tebal jadi tak terlihat apapun.



Hujanpun turun dengan deras sekali, dan berkabut tebal. Kami kesulitan pergi ke mushollanya untuk sholat maghrib, karena harus menembus hujan deras dan luar biasa dingin. Alhamdulillah sih berhasil. Tapi terpaksa sholatnya bergantian karena tidak memungkinkan membawa anak-anak balita untuk sholat ditengah cuaca seperti itu.

Ketika pergi, kami melewati jalan yang mendaki, tapi ketika pulang jalannya mulai menurun dan gelap, mobil-mobil tidak berani melaju cepat, karena gelap dan berkabut, dan hujan deras juga sehingga takut slip karena licin.
Tapi, bus Sinabung, bus angkutan Medan-Brastagi jangan ditanya. Mungkin supirnya udah hapal daerah tersebut, jadi gak masalah mau hujan deras, gelap, kabut, mereka tidak terkejar oleh kami, ngebut kali lah. Hebat lah itu supir. Sepertinya nyetir sambil tutup mata pun sampai juga bus yang dia bawa tu ke Medan ha ha

Perjalanan pulang memakan waktu lebih lama, karena jalannya pelan. Sampai di rumah jam 10 malam. Dan Medan kering, tak hujan sama sekali hehehehe…


Seru kan...
Kami pun berencana untuk pergi jalan-jalan lagi secepatnya. Perjalanan berikutnya kami berencana untuk menginap.
Sekarangkan sudah zamannya pesan penginapan atau apapun pake aplikasi. Saya kok ya suka sama aplikasinya OYO Hotels Indonesia, karena banyak hotel murah meriah sebagai pilihan. 
Bisa pilih salah satu kota tempat kita ingin liburan. Kayak saya nih, kota-kota terdekat tempat saya ingin liburan itu di Hotel di Brastagi Kabupaten Karo, atau kalau mau liburan ke daerah Danau Toba,  bisa lihat-lihat dengan ngeklik ke link hotel di Pematang Siantar.

Demikian cerita jalan-jalan kami kali ini. Nantikan cerita jalan-jalan kami selanjutnya ya.

Salam..
Vivi
LinRaNa Mom








P.S. Tulisan ini masih banyak kekurangannya, baik dari segi penulisan dan juga alur cerita, tapi dengan segala kerendahan hati dan harapan saya menyertakannya pada lomba blog yang diselenggarakn oleh OYO Hotels Indonesia.
Terimakasih sudah membaca

25 comments :

  1. Alhamdulillah kami sekeluarga udah bolak-balik nginap di Hotel Bukit Kubu ini, ke pemandian Lau Debuk-Debuk dan petik stroberi di perkebunan stroberi di sana. Ke peternakan sapinya yg blm. Senang yaa liburan sekeluarga

    ReplyDelete
  2. Ini seru sekali ya, Mbak Vivi. Jadi sekali jalan, bisa wisata kebeberapa tempat. Dan saya suka dengan wisata bukit, jadi mupeng untuk segera ke Brastagi. Apalagi saya belum pernah ke sana hehehe.
    Eh.. dulu pas baca atau nama Brastagi, saya selalu kepikiran minuman kayaknya hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak salah juga sih mas bambang. minuman sirup marquisa, biasanya marquisa dari brastagi.

      Delete
  3. Daru dulu pengin banget ke Berastagi, cuma belum kesampaian neh, hehehe. Semoga nanti kalau ke Berastagi bisa mampir ke sini ya

    ReplyDelete
  4. Saya belum pernah ke sumatra..apalagi ke brastagi..setelah membaca tulisan ini saya jadi penasaran pengen kesana..terlebih saya memang suka hawa sejuk pegunungan.Btw next boleh dong diinfo biaya masuknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. walaupun saya ndak tanya, tapi ndak mahal kok mba...

      Delete
  5. seru bener jalan-jalan ke brastaginya kk, kami kemarin sempet ke arah sana tapi gak nyampe ke brastaginya. sekarang jadi nyesel

    ReplyDelete
  6. Walah... malah galfok dengan pancake-nya. Murah ya Mbak, cuma 10 ribu sudah dapat 2 rasa dan ukurannya besar juga.
    Btw, Brastagi ini, saya cukup sering dengar. Semoga bisa ke sana. Ke Mooi indie di Sumatera Utara.

    ReplyDelete
  7. Komplit ceritanya liburannya mbak. Tapi kok gak ke gundaling ya mbak. Kan biasanya orang kalau ke brastagi pasti ke gundaling ya.

    ReplyDelete
  8. Wow ternyata Berastagi juga asik untuk dikunjungi , bisa jadi alternatif kunjungan ke Sumut selain Danau Toba

    ReplyDelete
  9. Brastagi itu mengingatkan aku pada permainan monopoli. Suka main juga nggak sih dulu jaman masih bocah? Hahahhaa ... Kalau dapat aset di Brastagi kan uangnya banyak tuh, ya ...

    Thanks sharing destinasi wisata ini, Kak. Sebagai orang yang belum pernah menginjakkan kaki ke tanah Sumatera, cerita-cerita nih bikin makin semangat nabung buat traveling kesana bareng keluarga. Semoga nanti tercapai, yaaa ...

    Semoga saat kesana, lokasi wisata ini sudah lebih baik lagi, yaaa.

    ReplyDelete
  10. Belum pernah manfaatin OYO mbak, kyknya menarik nih buat staycation saat liburan nanti :D

    Senengnya masih bisa piknik di alam di hamparan rumput hijau kyk gtu ya, apalagi sama keluarga. Haha bisa main layangan pula. Noted nih kalau ada kesempatan ke Brastagi bisa main ke Bukit Kubu :D

    ReplyDelete
  11. Aku kepinginnn banget ke Brastagi dan Danau Toba. Inget dulu waktu main monopoli ya, daerah mahal hehehe. Waktu itu sudah sampai Medan, lalu ke Pangkakan Brandan, tapi gak keburu ke Toba dan Brastagi. Semoga kali lain ada kesempatan ke sana lagi, amin.

    ReplyDelete
  12. Baca ini aku jadi pengen liburan euy. Semoga Desember nanti bisa terlaksana buat liburan bareng keluarga.

    Pengen juga menjelajah Sumatera Utara. Baru Medan doang sama Nias.

    ReplyDelete
  13. Ke Berastagi sih kalo aq, bisa dihitung pake jari sih BunVi.
    Pas masih balita diajak ortu, pas momen kuliah, sama pas udah nikah.

    Pernah beberapa kali ke debuk2. Tapi gak pernah singgah bukit kubu dan peternakan sapi dan kebun stroberi.

    Disitulah daku merasa sedih sebagai penduduk asli Medan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awak juga kok bun, sblm yg kmrn terakhir ke sana 6 taon lalu

      Delete
  14. Seru sekali tripnya ke Brastagi mbak.
    Btw itu kan sewa tikar sudah sekalian biaya masuk. Kalau bawa tiker sendiri harga sama gitu ya?

    Seru amaat mainnya komplitan, ke peternakan dan nyemplung jugaa

    ReplyDelete
  15. Seru banget nih liburan ke Berastagi! Masih dingin ga udaranya?

    ReplyDelete
  16. murah kaliii harga pancakenya ya kak, keknya enak itu. yg pasteurisasi itu jlannya agak susah ya kak pas2an sempit, udh itu banyak asap rokok huhu :(

    ReplyDelete
  17. Seru sekali liburannya. Bisa sekalian ke beberapa tempat.. jdi pengen liburan juga ke brastagi.heheheh

    ReplyDelete
  18. Untuk mobil bayarnya 200/250 gitu kak, kalau kereta dan bis lain lagi,
    Daan emang enak banget situ makan nyantai dingin dingin, bocah happy bisa lari-lari tanpa kita teriak-teriak bisa main layangan juga 😂

    ReplyDelete
  19. Seru liburannya....dan akak mau coba juga ah instal aplikasi oyo nya. Ntar biar bisa ceki ceki hotel yang terjangkau seblm liburan

    ReplyDelete
  20. tempo hari ke Berastagi malah ke Gundaling huhu, sepertinya lebih seru ke Bukit Kubu ya kak, next liburan lah haha

    ReplyDelete
  21. Brastagi itu pelarian terdekat untuk menghilangkan penat di kota Medan, wkwk. Tapi kalo pas lagi libur panjang, dv menghindari kesana kak. Kalo mau kesana, mending jalan dari Binjai dari belakang langsung tembus ke gundaling. Dari jalan biasa, pasti macet parah.

    ReplyDelete

Made with by LinRaNa Mom | Distributed by LinRaNa Mom Templates