Review Film Anime Your Name - Kimi No Nawa

Sumber foto: Japanese Station

 

Assalammualaikum Wr Wb,


Hai, ketemu lagi sama saya.

Apa kabar kalian, Sehat kan? Harus...

Masih WFH kah? 


Edisi kali ini, saya akan me-review anime movie yang akan saya ikutkan ke kompetisi menulis yang diselenggarakan oleh www.bacaterus.com 

Dan saya memilih film anime ini dari 8 film pilihan yang disodorkan oleh bacaterus.com untuk direview.

Film ini bertajuk YOUR NAME atau dalam bahasa asli KIMI NO NAWA.

Film anime yang satu ini mempunyai plot yang sangat menarik. Tak menunggu lama, kuy kita mulai.


Mengusung genre romantic fantasy, YOUR NAME alias KIMI NO NAWA, yang dirilis pada tahun 2016 ini disutradarai oleh Makoto Sinkai.

Karakter di dalamnya sendiri digambarkan oleh Mashayoshi Tanaka.

Dengan pengisi suara, Ryunosuke Kamiki sebagai Taki Tachibana. Serta Mone Kamishiraishi sebagai Mitsuha Miyamizu. Mereka berdua adalah karakter sentralnya.

Saya ingin mengingatkan ke teman-teman, bahwa review saya ini agak mengandung spoiler juga. 


Film ini diawali narasi sulih suara dua karakter utama kita, yaitu Mitsuha Miyamisu dan Taki Tachibana. Dengan tampilan pecahan komet berjatuhan melalui lapisan awan di langit. Kedua karakter ini berbicara seolah-olah mereka kehilangan sesuatu.

Pecahan komet
Sumber foto: DevianArt

Di kamarnya, Mitsuha terbangun kaget dari tidurnya. Setelah bermimpi bertemu dengan Taki Tachibana, yang merupakan lelaki yang belum pernah dia kenal sebelumnya. Mitsuha kemudian menatap dan memegang dadanya, lebih tepatnya meremas sambil kebingungan dan merasa aneh sendiri. Adiknya yang bernama Yotsuha juga gak kalah aneh melihat tingkah kakaknya yang sedang meremas payudaranya itu.  Lalu dengan wajah menggemaskan meminta Mitsuha untuk bergegas sarapan. Mitsuha kemudian menatap dirinya di cermin dan dia pun terkejut. Di ruang makan, ketika Mitsuha mengambil semangkuk makanannya, neneknya pun tidak luput kebingungan melihat tingkah cucunya yang tidak seperti biasanya. 

Yotsuha, adiknya Mitsuha
Sumber foto: kiminonawa.fandom.com




Hitoha Miyamisu - nenek Mitsuha dan Yotsuha
Sumber foto: kiminonawa.fandom.com


Tayangan di televisi menunjukkan bahwa kota tersebut yaitu Kota Itomori, sedang mempersiapkan acara pemilihan walikota. Di channel lainnya ditayangkan sebuah laporan mengenai aktivitas komet langka yang bernama Komet Tiamat yang melintasi langit bumi. Yang akan terlihat secara kasat mata dalam beberapa hari. Setelah selesai sarapan, kedua saudari ini pun berangkat ke sekolah.

Kota Itomori, tempat Mitsuha tinggal
Sumber foto: Pinterest


Dalam perjalanan Mitsuha bertemu dengan teman sekolahnya, Sayaka dan Teshi, yang juga merasa ada yang berbeda dengan Mitsuha. Dengan rambutnya yang dikuncir, tidak seperti hari sebelumnya. 

Mitsuha juga melihat seorang petahana walikota yang sedang berkampanye, yang ternyata dia adalah ayah Mitsuha, yaitu Toshiki Miyamitsu, yang menegur cara berjalannya di depan umum. 

Teshi & Sayaka, teman sekolah Mitsuha
Sumber foto: kiminonawa.fandom.com


Toshiki Miyamizu, Walikota Itomori, ayah Mitsuha dan Yotsuha
Sumber foto: kiminonawa.fandom.com


Sesampainya di kelas, ibu gurunya memanggil namanya. Seketika ia meresponnya dengan terkejut. Ibu gurunya senang, karena ia telah mengingat namanya kembali. Rupanya hari sebelumnya, Mitsuha tidak mengingat namanya. Dia juga lupa bangkunya sendiri, dan juga lemari lokernya. Rambutnya acak-acakan, pokoknya tingkahnya 'gila'. 

Mitsuha ini sebenarnya bosan tinggal di Kota Itomori. Ia ingin segera menyelesaikan sekolahnya dan pindah ke Tokyo. Bagaimana gak bosan, bahkan kafe pun gak ada di kota ini. 

Di kuil Shinto, neneknya bercerita mengenai kejadian kebakaran Mayugoro yang sudah berulang kali beliau ceritakan kepada cucunya. Sang nenek juga kesal dengan keputusan menantunya yaitu ayahnya Mitsuha, yang meninggalkan kuil dan keluarganya, lalu beralih terjun ke dunia politik dan menjadi Walikota Itomori.


Di kuil, kakak beradik Mitsuha dan Yotsuha, melakukan ritual Kucikamizake, yaitu mengunyah nasi lalu memuntahkannya kembali, kemudian difermentasi untuk menjadi alkohol, minuman khas yang kita kenal sebagai sake. Teman-temannya yang melihat ritual tersebut, mengejek dan merasa jijik dengan ritual tersebut. 

Karena merasa bosan dan frustasi, di tangga kuil Mitsuha berteriak sekeras-kerasnya meminta untuk dijadikan sebagai anak dari Tokyo yang tampan di kehidupan berikutnya. Yotsuha hanya bisa menghela nafas sambil melihat tingkah kakaknya yang aneh itu. 


Keesokan harinya Mitsuha terbangun di kamar yang sama sekali tidak dikenalinya. Ia pun terkejut saat mengetahui dirinya mengalami perubahan. Ia memeriksa alat kelaminnya, Mitsuha kemudian sadar kalau ia berada di tubuh seorang anak laki-laki yang bernama Taki Tachibana.

Seseorang memanggilnya untuk sarapan dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Yang memanggilnya ternyata ayahnya. Setelah menerima pesan dari seseorang yang bernama Tsukasa, ia pun bergegas berangkat ke sekolah. Awalnya Mitsuha merasa ia hanya mengalami mimpi yang aneh. Tapi akhirnya ia sadar  bahwa dirinya kini beneran ada di Tokyo. Persis seperti apa yang selalu dia minta.

Tsukasa, temannya Taki
Sumber foto: kiminonawa.fandom.com


Di sekolah, Mitsuha yang ada di dalam tubuh Taki ini, kemudian bertemu dengan temannya, yang tadi mengiriminya pesan di telponnya yang bernama Tsukasa. Teman-temannya juga merasa aneh dengan tingkah Taki yang sebenarnya adalah Mitsuha ini. Dari logatnya, cara menyapa teman-temannya, sampai kepada ia sendirian yang tidak membawa bekal ke sekolah. Ketika diajak ke kafe, Mitsuha senangnya bukan main, karena memang itulah yang diinginkannya. 

Walaupun menu hidangan harganya mahal, Mitsuha pun dengan acuh menikmati apa yang dialaminya di tubuh Taki ini. Dan menganggap kalau ini semua adalah mimpi yang indah. Dengan linglung ia bertanya kepada kedua temannya, di mana Taki sebenarnya bekerja. yang tentu saja membuat teman-temannya ikutan bingung melihat tingkah anehnya. Dan ternyata Taki ini bekerja sebagai pelayan di sebuah resoran Itali yang mewah

Ia kemudian menjalani profesi ini dengan kesulitan, sehingga muncul banyak komplen dari pelanggan akibat kecerobohannya. Dengan stres ia berteriak di tangga restoran menanyakan kapan mimpi ini berakhir. 

Seorang pelanggan kemudian komplen karena di menu pizzanya terdapat tusuk gigi. Taki yang kewalahan menanggapi komplen tersebut, kemudian ditolong oleh senpainya yang bernama Okudera Miki. Ternyata itu adalah akal-akalan si pelanggan saja, yang maunya makan gratis doang. 

Okudera kemudian menyadari bahwa roknya sobek akibat aksi si pelanggan yang komplen tadi. Mitsuha kemudian menolong Okudera dengan menyuruhnya membuka roknya yang sobek itu. Okudera tentu kaget dong. Mitsuha yang ada dalam tubuh Taki ini, akhirnya menjahitkan rok Okudera yang robek tersebut. Yang mana hasilnya bukan hanya sekedar menjahit, tapi menyulamnya dengan unik dan menarik.

Okudera Miki, teman kerja Taki
Sumber foto: kiminonawa.fandom.com


Hasil sulaman Mitsuha / Taki pada rok Okudera


Di kamarnya, Mitsuha memeriksa HP milik Taki. Lalu menemukan foto Okudera. Mitsuha menyimpulkan kalau Okudera ini adalah gebetan Taki. Ia menuliskan catatan di HP Taki tersebut tentang pengalamannya hari itu, dan sikap feminisnya yang dipuji oleh Okudera. Yang lalu meninggalkan pesan di telapak tangan Taki, dengan tulisan namanya: MITSUHA.


Keesokan harinya, Taki pun terbangun dan keheranan dan melihat telapak tangannya terdapat tulisan nama Mitsuha. Lalu di HP nya juga terdapat catatan yang ditinggalkan oleh Mitsuha.

Ya, Taki yang asli telah kembali ke tubuhnya sendiri. Ia dibuat keheranan atas apa yang telah dibuat oleh Mitsuha dihari sebelumnya. Dimana-mana teman-temannya pun dibuat keheranan dan menganggap kalau hari ini Taki normal kembali.

Di restoran, rekan-rekan cowok Taki komplen kepada Taki, karena merasa Taki telah melangkahi mereka merebut hati Okudera. Ditambah lagi Okudera mengedipkan matanya kepada Taki di hadapan rekan-rekan cowoknya itu hehehehehe.,...


Di saat yang sama, Mitsuha juga kembali ke tubuhnya semula. Dan menemukan catatan di tangannya yang menanyakan siapa dirinya. Yotsuha yang setiap pagi membangunkannya bertanya, tumben gak pegang-pegang payudaranya pagi-pagi.

Di sekolah teman-temannya pun menegurnya kalau tingkahnya di hari sebelumnya sangat aneh dan liar. Di mana di kelas menggambar, dia mendengar olok-olokan teman-temannya yang membuat marah dan menendang meja. 

Mengetahui hal tersebut, Mitsuha kaget dan lalu memeriksa buku catatannya. Sementara Taki juga memeriksa note di HPnya. Hingga mereka berdua menyimpulkan kalau mereka saling bertukar tubuh!

Mereka berdua awalnya percaya kalau pengalaman ini adalah mimpi yang sangat nyata. Tapi, akhirnya mereka sadar bahwa mereka bisa berkomunikasi satu sama lain. Dengan menuliskan pesan di buku, di HP, dan bahkan di tangan mereka satu sama lain. Taki dan Mitsuha mulai berkomunikasi terus menerus dan mengungkap rasa frustasi mereka satu sama lain.

Dimulai dari Mitsuha yang menyuruh Taki untuk memperhatikan roknya kalau duduk. Soalnya mata cowok suka berbinar-binar seketika. Setelah itu Taki menyuruh Mitsuha untuk berhenti boros dan menghabiskan uangnya di kafe, yang kemudian dibantah oleh Mitsuha dengan mengatakan bahwa tubuhnya yang makan dan dia juga yang bekerja.

Mitsuha juga membantu Taki untuk berhubungan dan berkencan dengan Okudera Miki. Sementara Taki membuat Mitsuha menjadi siswi yang populer di sekolahnya.


Di satu pagi, Taki terbangun di tubuh Mitsuha dan seperti biasa memulai ritual meremas-remas payudaranya. Kesempatan!! 

Yotsuha pun meminta kakaknya itu untuk bergegas berangkat. Di televisi, laporan mengenai komet langka kembali disiarkan, dan mengatakan kalau komet Tiamat tersebut akan mulai terlihat pada hari itu sampai beberapa hari ke depan. 

Pagi itu, Taki bersama dengan Yotsuha dan nenek mereka yang bernama Hitoha, berangkat mendaki gunung. Sepanjang perjalanan nenek yang digendong oleh Taki, menceritakan kepada mereka tentang musubi, yang adalah jalinan waktu yang adalah kehidupan itu sendiri. 

Mereka akhirnya melihat kuil Myamizu yang dikelilingi oleh dua aliran air yang anehnya simetris di puncak gunung. Taki kemudian bergetar saat diberitahu untuk mempersembahkan guci Kamisake kepada dewa yang mana itu adalah setengah dari Mitsuha.

Mereka kemudian menyaksikan pemandangan kota yang sangat indah dari puncak gunung. Nenek Hitoha pun lalu menegur cucunya itu dan kemudian Taki terbangun kembali di tubuhnya sendiri.

Dia kemudian mendapati pesan otw dari Okudera di ponselnya. Rupanya Mitsuha telah mengatur kencan mereka sehari sebelumnya, yamg membuat Taki tidak siap.

Taki dan Okudera pergi ke pameran nostalgia. Di sana Taki tertarik dengan beberapa gambar Itomori di bawah bagian Hida yang sempat ia lihat sendiri ketika masih berada di dalam tubuh Mitsuha.

Okudera pun menyadari bahwa Taki dihari itu terlihat seperti orang lain. Okudera bertanya kepada Taki apakah dia menyukai orang lain? Namun Taki menyangkalnya.

Ketika kencannya sudah selesai, Taki kemudian menatap ke langit untuk melihat komet Tiamat yang dikatakan oleh Mitsuha. Namun karena tidak melihat apa-apa, Taki lalu menelepon Mitsuha tapi tidak dijawab, karena Mitsuha sedang menerima telepon dari Tesi yang mengajaknya ke festival musim gugur di kotanya. Yang juga bersamaan dengan hari dimana komet Tiamat bisa terlihat dengan terang. 

Teman-temannya terkejut melihat Mitsuha yang telah memotong rambutnya. Kemudian ia mengajak teman-temannya ke lokasi yang bagus untuk melihat komet. Mitsuha kaget ketika melihat komet yang begitu indah tiba tiba terpecah menjadi dua. Scene berpindah ke Taki yang sedang berusaha menelepon Mitsuha namun tetap tidak terhubung. Sejak saat itu mereka berdua tidak pernah lagi saling bertukar tubuh.

Mitsuha ketika melihat komet
Sumber foto: kiminonawa.fandom.com


Taki pada akhirnya memutuskan untuk pergi mencari Mitsuha. Dan ternyata Taki diikuti oleh Okudera dan temannya Tsukasa. Dengan kereta api mereka menuju Hida. Taki sebenarnya tidak tahu nama kota tujuannya yaitu Itomori. Dia hanya mengandalkan sketsa yang dia buat yang menggambarkan landscape sekitar Itomori berdasarkan ingatannya. Karena tidak ditemukan juga, maka mereka memutuskan untuk kembali ke Tokyo. 

Taki, Tsukasa dan Okudera, dalam perjalanan mencari Mitsuka
Sumber foto: kiminonawa.fandom.com


Mereka lalu singgah di kedai ramen di mana pemilik kedai memperhatikan gambarnya dan memberitahu bahwa itu adalah Itomori. Rupanya Itomori telah hancur membentuk kawah besar dan ada 500 orang yang tewas 3 tahun yang lalu setelah tiba-tiba komet Tiamat terfregmentasi atau terpecah dan menghantam kota Itomori tersebut.

Itomori setelah dihancurkan komet Tiamat
Sumber foto: sakuranime


Teman-temannya bertanya apakah Taki tidak salah mengingat. Taki kemudian melihat lagi catatan yang ditinggalkan Mitsuha di handphonenya, tetapi ternyata catatan tersebut menghilang di depan matanya.

Mereka lalu pergi ke perpustakaan setempat untuk memeriksa tentang Itomori. Di sana Taki menemukan nama Tesi dan Sayaka. Lalu menemukan nama Mitsuha Miyamitsu di antara korban tewas dalam kejadian tersebut.

Nah loh...

Ternyata Mitsuha yang dikenalnya dan yang sempat bertukar tubuh dengannya itu adalah orang yang hidup 3 tahun yang lalu. Artinya Taki tidak hanya bertukar tubuh, tapi juga berpindah waktu ke-3 tahun sebelumnya. Kemudian Taki dan teman-temannya memutuskan menginap semalam di tempat itu. 

Okudera Miki kemudian bercerita kepada Tsukasa bahwa dulu ia sebenarnya menyukai Taki. Ia juga merasakan perubahan dalam diri Taki yang justru semakin baik belakangan ini. 

Dalam percakapannya dengan Taki, Okudera memuji gelang milik Taki. Gelang itu adalah gelang anyaman pemberian yang tidak mampu diingat oleh Taki siapa yang telah memberikannya. 

Melihat gelang anyaman tersebut, kemudian Taki mengingat perkataan nenek Hitoha tentang filosofi Mushubi. Ia kemudian menyimpulkan bahwa ada satu kesempatan terakhir yang mungkin akan membuatnya bertemu dengan Mitsuha, yaitu mendaki gunung menuju kuil Myamizu. Taki pun berangkat sendirian meninggalkan temannya. 

Sesampainya di sana Taki menemukan sake yang pernah dibawanya bersama nenek Hitoha dan Yotsuha, yang kini sudah dipenuhi lumut. Taki menyimpulkan bahwa Mitsuha yang dia tahu berasal dari tiga tahun yang lalu. Dan timeline mereka berbeda. Taki pun meminum sake tersebut sambil meminta waktu kembali, dan Taki pun mendapatkan satu kesempatan lagi. 

Ketika berdiri, Taki terpeleset. Dan Ketika terjatuh, Taki tidak sengaja melihat mural komet di dinding yang tiba-tiba berubah menjadi nyata, dan membuatnya bisa melihat semua alur hidup Mitsuha dari kecil sampai ketahuan alasan mengapa ayahnya meninggalkan kuil setelah kematian ibunya Mitusha.

Taki juga melihat dan meneriaki Mitsuha untuk meninggalkan kota agar bisa terhindar dari hantaman pecahan komet hingga Taki benar-benar kembali ke tubuh Mitsuha tiga tahun sebelumnya, di hari festival musim gugur digelar.

Seperti biasa ia terbangun sambil meremas payudara dan Yotsuha ketakutan melihat tingkah aneh kakaknya. Padahal sebenarnya Taki itu kangen sama Yotsuha. Taki kemudian kaget setelah nenek mengurnya, apakah dia Mitsuha atau bukan.

Nenek Hitoha kemudian bercerita bahwa semasa remaja ia juga pernah mengalami kejadian aneh yang sama seperti Mitsuha.  Begitupun juga dengan ibu Mitsuha. Taki kemudian memperingatkan nenek bahwa komet Tiamat akan menghantam Itomori pada hari itu. Taki juga berangkat ke sekolah dan memperingatkan teman-temannya, Teshi dan Sayaka. Mereka bertiga kemudian mulai merencanakan untuk melakukan evakuasi dengan menetapkan sekolah mereka sebagai lokasi evakuasi karena tidak akan terkena dampak signifikan dari hantaman meteor. 

Dengan berbekal riset sejarah terbentuknya Itomori dari meteorit, Taki berangkat menemui walikota yang adalah ayah Mitsuha sendiri. Sayangnya Taki tidak berhasil meyakinkan ayah Mitsuha tersebut untuk melakukan evakuasi besar-besaran untuk menyelamatkan warga Itomori. 

Dalam keadaan frustasi, Taki bertemu dengan Yotsuha di jalan. Taki menyuruh Yotsuha untuk meninggalkan kota bersama nenek. Yotsuha malah merasa aneh dengan kakaknya itu. Karena di hari sebelumnya Mitsuha bilang bahwa dia ingin pergi ke Tokyo. Rupanya terungkap bahwa sebenarnya Mitsuha sama seperti Taki. Yang berusaha untuk pergi menemui dirinya di Tokyo. Namun tidak menyadari bahwa meski mereka bertukar tubuh, mereka justru terpisahkan oleh waktu. 

Ketika Mitsuha bertemu dengan Taki pada waktu itu, Taki justru tidak mengenalinya. Mereka pun terpisah karena crowdnya penumpang kereta dan meninggalkan tali kepang rambut Mitsuha kepada Taki yang kemudian dia jadikan gelang di tangannya. 

Ya, gelang di tangan Taki itu rupanya ikat rambut Mitsuha yang kala itu belum ia kenali. 


Taki yang berada di tubuh Mitsuha berusaha menyusul ke puncak gunung karena ia yakin, ia bisa bertemu dengan Mitsuha yang ada di tubuhnya di kuil tersebut. 

Sesampainya di sana mereka ternyata tidak saling bertemu. Dengan keyakinan kuat mereka saling meneriaki nama mereka masing-masing. Dan ternyata masing-masing dari mereka mendengarnya. Mereka bisa merasakan kehadiran masing-masing. Namun tidak dapat saling melihat dan bersentuhan. 

Senja pun tiba. dalam film ini disebut kataware doki, atau jam ajaib, atau apalah, tolong dikoreksi bagi teman-teman yang lebih tahu. 

Sumber foto: japanesestation.com


Mereka kembali ke tubuh masing-masing. Dan akhirnya bertemu untuk pertama kalinya dalam keadaan saling kenal. Setelah Mitsuha sempat komplain karena Taki telah meminum Kucikami sake dan ketahuan sering meremas payudaranya ketika bertukar tubuh, Taki pun mengembalikan iket rambut milik Mitsuha dan memintanya gantian untuk menjaganya. Lalu mereka saling menuliskan nama mereka di telapak tangan masing-masing.

Belum selesai menuliskan namanya di telapak tangan Taki, kataware doki pun selesai. Mitsuha pun menghilang. Taki berusaha terus mengingat nama Mitsuha hingga ketika akan menuliskan namanya sendiri di telapak tangannya, ingatan Taki terhadap nama Mitsuha hilang.

Dengan tubuh dan kesadarannya sendiri, Mitsuha pun kembali bertemu dengan Teshi dan memulai rencananya menyelamatkan kota dari pecahan komet Tiamat. Teshi meledakkan gardu listrik yang mengakibatkan listrik mati total. Sementara Sayaka menyiarkan peringatan palsu dan perintah evakuasi ke SMA Itomori, sekolah mereka.  Ingatan Mitsuha tentang Taki juga perlahan menghilang. Tesi kesal dan tidak mau tahu. Ia meminta Mitsuha untuk segera pergi meyakinkan ayahnya untuk mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran segera. 

Dari balai kota, pak wali malah memerintahkan untuk menghentikan peringatan palsu dari Sayaka dan berusaha menenangkan warga. Sementara Mitsuha terus berlari berpacu dengan waktu sambil berusaha mengingat nama Taki yang hilang dari kepalanya. 

Setelah sempat terjatuh, Mitsuha menemukan tulisan di telapak tangannya. Tapi bukan nama Taki yang tertulis di telapak tangannya tersebut. Melainkan tulisan 'aku mencintaimu' yang ditulis oleh Taki sebelumnya. 

Sesampainya di balai kota Mitsuha pun bertemu dengan ayahnya. Pemandangan komet Tiamat yang indah terlihat di langit, kemudian terbelah dan pecah. Pecahannya tersebut mendarat tepat di Itomori dan menghancurkan kota tersebut. 

Berhasilkan Mitsuha meyakinkan ayahnya untuk menyelamatkan warga Itomori?

Sabar.... 

Tarik nafaaassss...... Hembuskan.......


5 tahun kemudian.......


Taki akhirnya lulus dari universitas dan mencari pekerjaan. Ia merasa kehilangan sesuatu yang penting, tapi ia tidak bisa mengingatnya. Ia tertarik dengan komet yang seketika membuat fikirannya tercerahkan. Terungkap pula di media pemberitaan tentang kejadian meteor yang menghantam Itomori yang terindentifikasi sebagai bencana besar yang tidak terprediksi. Entah bagaimana caranya, sebahagian besar penduduk Itomori, selamat  dari bencana tersebut. Media bahkan menyoroti berita palsu dan rumor yang berkembang kala itu, yang mana Mitsuha ternyata berhasil meyakinkan ayahnya dan mereka selamat dari bencana tersebut.

Di sebuah kafe, Taki mendengarkan percakapan sepasang kekasih yang berencana menikah. Yang ternyata, mereka adalah Teshi dan Sayaka. Taki merasa mengenal mereka berdua. 

Taki keluar dari kafe tersebut. Dan di jalan ia berpapasan dengan seorang gadis yang memakai payung. Tapi mereka saling cuek dan masing-masing melanjutkan perjalanannya. 

Di hari selanjutnya mereka kembali berpapasan. Dan kali ini saling bertukar pandangan dari masing-masing kereta yang berbeda.

Setelah saling mencari, mereka pun bertemu di tangga kuil Suga. Dengan malu-malu, mereka saling menanyakan nama masing-masing.


Sekian teman-teman.....


Review Time

Menurut saya, anime ini lumayan menguras emosi.

Ini salah satu anime yang memiliki plot yang sangat unik dan menarik untuk diikuiti. Tidak disajikan asal-asalan dan murahan. 

Film ini juga memakai teknik cinematography yang sepertinya mahal, yang disetiap visualnya mengandung sesuatu yang dapat berbicara tanpa harus dijelaskan. Meski ini hanya anime, namun emosinya malah lebih terdeliver ke penonton seperti layaknya menaiki roller coaster.

Diawal film, kita dibawa ke suasana menyenangkan dan bahagia. Tanpa ada beban.

Dipertengahan, kita dicekoki suatu misteri yang justru mengarahkan kita ke teori konspirasi yang seolah-olah kita sudah tau bagaimana endingnya. Padahal ternyata gak sereceh itu juga. Paling jelas kita bisa melihat bagaimana anyaman menjadi elemen penting yang selalu mengingatkan kita bahwa ada dua karakter yang terlibat plot yang sangat kompleks dan selalu terhubung di sini.



Sementara kucikamizake menjadi media spiritual yang membuat segala sesuatu yang tidak mungkin secara logika manusia menjadi terwujud. Juga dengan bantuan kataware doki atau sinar senja yang melambangkan 'peluang' yang diberikan kepada manusia untuk berbuat sesuatu memperbaiki permasalahan di masa lalu. Setidaknya, tidak melakukannya lagi di masa kini dan di masa yang akan datang.

Sake kucikami kaze 

Kataware doki - sinar senja

 

Tangga kuil juga menjadi elemen pembuka dan penutup yang paling penting sebenarnya. Dimana disini melambangkan hubungan vertikal di antara manusia dan penciptanya.

Terimakasih buat manteman yang sudah berkenan membaca review saya yang mengarah ke spoiler ini. Saya puas menonton dan menceritakan. 

Mudah-mudahan kamu juga ya... 


Oh iya, jika kamu ingin membaca review film-film lainnya, kamu bisa mengunjungi link bacaterus.com. Di bacaterus.com masih banyaaakkk review-review film menarik lainnya. Tak ada salahnya kan, kita cari review filmnya dulu sebelum menonton filmnya secara full. Kita jadi tahu filmnya beneran rekomendid atau tidak buat kita tonton.


Salam

18 komentar:

  1. Memang sih karya-karyanya Makoto Shinkai itu kelebihannya di grafisnya yang bagus. Banyak sih sudah beliau buat anime. Cuma ya aku taunya juga dari Kimi no Nawa sih. Habis tu kan Weathering on You yang merupakan bencana yang menimpa satu bumi. Nah, ada yang buat meme nih bahwa karya berikutnya dari Makoto Shinkai itu adalah bencana yang menimpa satu galaksi. Hahahahhaha.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. makin lama bencana makin gede ya mas kwkwkw

      Hapus
  2. pak su senang banget nonton film anime, mbak. sampai tiap hari di sela2 istirahtnya selalu mantengin film2 anime begini. tp kayaknya dia blm pernah nonton yang your name ini deh. boleh nih ku rekomendasikan, sekalian kasih dia spoiler, hihi. btw, aku jadi membayangkan pas mereka berdua saling teriak di puncak gunung, bisa denger suaranya tp nggak bisa saling lihat. duh, dalem banget rasanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk Mbak Ella kita ikutan nonton film anime Your Name saya pingin nyoba beneran bikin mewek gak ya huhuuu

      Hapus
  3. Terus terang saya belum pernah nonton film anime. Namun mba menulis review film ini seakan hidup dan membuat pembacanya jadi tertarik untuk menonton film ini langsung

    BalasHapus
  4. Wah udah lama saya tidak menonton film anime. Jadi pengen nonton lagi. Review film ini jadi menginspirasi lagi saya untuk mencari referensi filme anime. Terus review film anime yang keren-keren ya mbak.

    BalasHapus
  5. Membaca cerita review begini paling suka dengan suasana tempat tinggal para tokohnya. Kota yang dideskripsikan dan terlihat pada visual membuat semakin menarik. Cerita anime Jepang banyak yang bagus dan keren sih.

    BalasHapus
  6. Meskipun berbentuk anime tapi ceritanya so swweeeeeeet..
    Mau nanti nonton bareng suami ah. Tapi tengah malem. Biar berdua aja. Gak diganggu anaknya.

    BalasHapus
  7. Aah ingat nih .... filmnya pernah ditonton putri saya dan ayahnya, saya nimbrung sesekali.
    Saya ingat bagian bangun dan meremas itu ahaha. *Kesempatan ckckck.
    Tapi saya gak ngikutin utuh, nah rupanya misi besarnya adalah menyelamatkan kota dari pecahan komet Tiamat, ya.

    Eh tapi bagian yang berpapasan di terakhir itu saya lihat .... cuma mereka gak saling tahu ya.

    BalasHapus
  8. Aku nonton ini gara2 dipaksa sama suami kwkwk. Aku gapernah suka anime, tapi nonton kimi no nawa tuh rasanyaa bedaa. Aku nangis lho nonton ini hahaha. Duh lemah banget deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah awak jadi gak sabar nunggu paksu pulang. Biar bisa nonton bareng juga.

      Hapus
  9. Judul animenya Your Name ya Kak, noted. Masukin watching list ah... btw udah lamaa banget gak nonton anime lah, terakhir Ranma 1/2 itu pun versi komiknya. Hihi

    BalasHapus
  10. Bicara film anime, aku tau karena anakku yg hobi berat nonton anime. Bisa sampe nangis dan kebawa. Aku sih blm pernah nonton film anime

    BalasHapus
  11. Filmnya menarik nih banyak pesan moralnya jadi kepo mau nonton beneran

    BalasHapus
  12. Wah menarik nih kayanya, udh lamaaa bgt gak nonton film animasi gini, daan kayanya anak-anak mulai dikenalkan film animasi gini bagus jg ya ;)

    BalasHapus
  13. Film animenya menarik. Alur ceritanya juga unik dan nggak mudah ditebak. Kalau bisa nonton bakal makin terasa serunya.

    BalasHapus
  14. Wii keren kak 👍 jdi penasaran buat menontonya.. ;)

    BalasHapus
  15. Reviewnya bagus, Kak Vi. Seperti masuk ke dalam cerita. Padahal belum pernah nonton film beginian.
    Kalo kak Vivi review, keren deh

    BalasHapus