Film: Incendies

Sumber: TribunnewsWiki

Assalammualaikum wr wb,


Saya akan membahas cerita film, dimana kali ini saya akan membahas film Incendies. Film yang dirilis pada tahun 2010. Film ini termasuk dalam kategori film misteri, dan ceritanya begitu menyayat hati. 

Dan sejujurnya saya sendiri tidak menonton filmnya secara langsung, tetapi menonton spoilernya dari salah satu channel youtube yang punya nama 'kamar film' yang memang kontennya itu memberikan spoiler berbagai macam film.

Entah mengapa saya lebih suka menonton spoiler daripada melihat filmnya secara utuh. Mungkin karena kalau menonton spoiler tidak memakan banyak waktu sampai berjam-jam, cukup maksimal 30 menit, kita sudah mengetahui isi ceritanya.

Tapi yang gak enaknya, saya jadi tidak mengetahui detail penyelesaian filmnya. Dan saya berencana mencari film utuhnya hanya untuk menonton akhirnya saja hehehehe...


Tapi walaupun detail dari akhir film ini tidak ditampilkan, tetap membuat saya diam seribu bahasa saking gak nyangkanya.

Rentang waktu dalam film ini berpuluh-puluh tahun dan punya cerita yang sedikit agak rumit. Tetapi saya berharap penjelasan saya bisa teman-teman mengerti ya.

Langsung saja kita mulai mengulas alur cerita filmnya.  


Film dibuka dengan memperlihatkan seorang notaris membacakan wasiat dari kliennya yang bernama Nawal Marwan kepada kedua anak kliennya yang bernama Simon Marwan dan Jeanne Marwan.

Isi wasiatnya begitu aneh. Bahkan notaris ini sempat menolak permintaan dari kliennya. Nawal Marwan diminta untuk dikuburkan dalam keadaan telanjang dan tengkurap menghadap ke tanah. Bukan hanya itu, Nawal Marwan juga diminta untuk tak diberikan batu nisan dikuburannya.

Kemudian Simon dan Jeanne diberikan masing-masing satu amplop. Amplop itu harus Jeanne serahkan kepada ayahnya. Sedangkan Simon harus menyerahkan amplop itu ke saudara seibunya.

Oh iya, Nawal Marwan itu adalah ibu dari Jeanne dan Simon Marwan ya manteman.

Setelah hal-hal tersebut dijalankan, kedua anaknya ini akan mendapatkan amplop yang lainnya lagi. Isi surat wasiat tersebut membuat mereka kaget sekaligus bingung, karena mereka berdua tahu kalau ayah mereka sudah meninggal sudah sangat lama akibat peperangan.

Oh iya lagi, film ini adalah film Eropa, sepertinya sih berbahasa Prancis, tetapi settingnya itu peperangan di Timur Tengah.

Mereka berdua juga tak pernah tahu, kalau ternyata mereka memiliki seorang saudara seibu yang lain. Sebagai petunjuk awal, Jeanne hanya diberikan sebuah passport dari ibunya. 

Kemudian Jeanne curhat mengenai semua yang terjadi kepada gurunya. Lalu guru itu meyakinkan Jeanne untuk mempercayai kata hatinya. Karena Jeanne takkan pernah tenang jika tak melakukan hal yang disuruh oleh mendiang ibunya di surat wasiat itu. 

Petunjuk awal Jeanne harus pergi ke kota tempat ayahnya terbunuh karena peperangan. Gurunya memberikan alamat temannya di kota itu, siapa tahu bisa membantu Jeanne menjalankan misi dari surat wasiat ibunya.


Beberapa saat sebelum ibunya meninggal, Jeanne sempat berenang bersama ibunya. Ketika Jeanne sedang berenang, ibunya duduk di tepi kolam renang. Tak berapa lama, Jeanne melihat ibunya duduk terdiam mematung di tepi kolam renang, seperti ada sesuatu yang mengusik dirinya. Setelah kejadian dari kolam renang itu, ibunya langsung masuk rumah sakit, dan tetap diam tanpa berbicara sepatah katapun. 


Sekarang kita akan melihat apa yang sebenarnya terjadi pada Nawal Marwan, sang ibu. 

Scene beralih ke Nawal Marwan yang masih remaja. Ia terlihat seperti sedang melarikan diri dengan seorang pria bernama Wahab. Tetapi mereka dihentikan oleh seseorang yang ternyata itu adalah adik dari Nawal Marwan. Lalu mereka menembak Wahab. Untung saja nenek mereka datang dan menghentikan keributan itu. Neneknya sangat marah dengan apa yang telah diperbuat oleh Nawal. 

Yang ternyata Nawal telah hamil sebelum menikah, yang membuat nama keluarganya tercoreng. Tetapi akhirnya neneknya perlahan-lahan dapat menerima musibah itu, lalu merawat Nawal Marwan. Tetapi Nawal hanya akan dirawat oleh neneknya sampai ia melahirkan. Lalu setelah itu Nawal akan disuruh pergi dari sana dan tinggal bersama pamannya di kota untuk sekolah.

Perut Nawal Marwan pun semakin membesar dan bayinya pun lahir dengan selamat. Bayi yang berjenis kelamin laki-laki itu langsung diberikan tanda oleh neneknya berupa tato tiga titik di belakang kakinya agar Nawal kelak mengenalinya. Bayi itu langsung dibawa pergi dan dibesarkan di sebuah panti asuhan. 

Dan keesokan harinya Nawal pun pergi dari rumah neneknya. Ia menuju rumah pamannya di kota untuk sekolah di sana. 


Scene berpindah kembali ke Jeanne Marwan. Ia telah tiba di kota yang ditujunya untuk menelusuri rahasia ibunya, Nawal Marwan. Jeanne pun menemui seseorang yang disuruh gurunya sebelumnya. Teman gurunya berkata, 'betul, Nawal Marwan memang pernah berada di sini tetapi sudah lama sekali. Ia mengganti identitasnya setelah pergi dari sini.'

Dan dari foto yang diberikan oleh Jeanne kepada teman gurunya itu, menunjukkan kalau ternyata ibunya pernah berada di suatu penjara, karena background foto ibunya itu merupakan tanda penjara itu. Puluhan tahun yang lalu memang pernah terjadi kerusuhan yang hebat di sana. 


Kemudan scene berpindah lagi pada Nawal Marwan Muda. Pada saat Nawal sekolah, memang terjadi kerusuhan di sana. Nawal Marwan yang tinggal bersama pamannya pun mendapat informasi bahwa banyak desa-desa yang telah dibantai, termasuk desa di mana neneknya tinggal. 

Malamnya ia langsung pergi menuju desanya. Setelah tiba ia langsung menuju ke panti asuhan tempat anaknya berada. Tetapi ternyata semua anak laki-laki sudah lebih dahulu dipindahkan ke tempat lain. Nawal Marwan pun menyusul ke daerah yang disebutkan oleh salah seorang di panti tersebut. Tetapi ternyata tempat itu pun sudah diserang, dan tak ada yang tersisa. 


Scene pun berpindah kembali ke Jeanne Marwan. Ia sekarang berada di desa tempat di mana dulu ibunya tinggal.  Di sana Jeanne bertanya kepada seseorang apakah ada yang mengenal Nawal Marwan. Lalu Jeanne diberi petunjuk untuk mendatangi sebuah rumah dimana salah satu anggota keluarganya ada yang sudah tua yang pasti mengetahui tentang informasi mengenai Nawal Marwan. 

Di sana, Jeanne disambut dengan hangat oleh sekumpulan ibu-ibu yang tampaknya sedang arisan. Tetapi setelah Jeanne menjelaskan kalau dirinya adalah anak dari Nawal Marwan, sikap mereka semua langsung berubah. Jeanne disuruh pergi oleh para ibu itu. Mereka semua tak mau membantu Jeanne, karena Jeanne adalah anak dari Nawal Marwan. 


Scene pun berpindah lagi ke Nawal Marwan. Bertahun-tahun telah berlalu. Nawal Marwan sudah dewasa dan bekerja sebagai seorang guru untuk seorang anak dari keluarga terpandang yang rumahnya dijaga ketat oleh orang-orang bersenjata. Waktu itu keadaan sudah sangat kacau. Perang terjadi di sana sini, Nawal Marwan sudah kehilangan semuanya. Ia begitu marah atas apa yang terjadi.  Ketika sedang mengajar, pelan-pelan ia turun ke bawah dengan tasnya, mengeluarkan senjata dari tasnya, lalu ia langsung menembak seseorang yang ada di sana. Yang ia tembak adalah seseorang yang ia percaya bahwa orang itu adalah dalang dari semua kerusuhan yang terjadi. Nawal Marwan pun langsung dipenjara. 


Kita kembali ke Jeanne. Ia pun datang ke penjara ke tempat di mana dulu ibunya dikurung dalam waktu yang lama di sana. Ia menanyakan ke penjaga di sana, tapi penjaga itu tidak mengatahui apapun tentang Nawal Marwan. Penjaga itu menyuruh Jeanne untuk bertanya pada mantan penjaga yang dulu bertugas ketika ibunya dipenjara. 

Lalu Jeanne pun menemui mantan penjaga tersebut, dan bertanya tentang ibunya. Dengan berat hati penjaga tersebut menceritakan tentang ibunya. 

Nawal Marwan dipenjara selama lima belas tahun di sana. Sebelum ia dibebaskan ia diperkosa berulang-ulang kali oleh seorang algojo bernama Abu Tarekh, sehingga Nawal Marwan pun hamil oleh Abu Tarekh. Jeanne merasa terpukul akan informasi itu. Lalu ia menanyakan di mana anak ibunya yang lahir di dalam penjara. Penjaga itu menyuruh Jane untuk menemui perawat yang membantu Nawal Marwan melahirkan dulu. Karena hanya perawat itu yang tahu tentang anak dari Nawal Marwan. 

Jane lalu menelepon adiknya, Simon, dan menjelaskan sambil menangis mengenai info-info yang telah ditemukannya. Dan Simon pun langsung menyusul Jane ke sana, bersama notaris dan teman si notaris tersebut. Mereka berempat menemui perawat Nawal Marwan yang sekarang sedang dirawat di rumah sakit. 

Setelah perawat itu mengetahui bahwa mereka adalah anak dari Nawal Marwan, perawat itu langsung menjelaskan bahwa Nawal Marwan melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan. Ia merawat anak kembar itu selama Nawal berada di penjara. 

Ketika Nawal Marwan dibebaskan dari penjara, ia pun mengembalikan anak kembar itu kepada Nawal Marwan. 

Jane dan Simon pun menyadari bahwa anak kembar yang dimaksud adalah mereka berdua. Karena mereka berdua memang saudara kembar. Jadi algojo yang memperkosa ibunya dipenjara adalah ayah mereka. Orang yang mereka berdua cari sekarang ini. Pelan-pelan, Jane dan Simon mulai paham apa yang sebenarnya terjadi pada ibu mereka. 

Teman dari notaris itu kemudian melacak keberadaan dari Abu Tarekh, si algojo yang memperkosa ibu mereka di penjara. Tapi dokumen Abu Tarekh tak bisa ditemukan. 

Tetapi dokumen saudara kandung mereka ditemukan di panti asuhan di mana anak itu dititipkan setelah Nawal Marwan melahirkan. Saudara kandung mereka bernama Nihat. Tapi keberadaannya masih tidak diketahui, karena tak lama setelah itu panti asuhan tempat Nihat berada diserang dan panti asuhan tersebut hancur. 

Satu-satunya cara untuk mengetahui di mana Nihat berada adalah dengan menemui panglima perang yang memimpin pasukan dalam penyerangan ke panti asuhan tersebut. Dan menurut informasi,  panglima tersebut masih hidup.


Suatu siang ada dua orang yang mendatangi Simon di tempatnya menginap. Di sana ia dibawa ke sebuah hotel. Ternyata ia dibawa untuk menemui panglima yang memimpin penyerangan waktu itu. (Kok panglimanya tahu ya, kalo dia lagi dicariin Jeanne dan Simon)

Di sana ia menjelaskan siapa itu Nihat. Nihat memang diselamatkan pada saat penyerangan waktu itu oleh panglima perang. Kemudian ia melatih Nihat untuk menjadi seorang petarung. Nihat tumbuh dengan sangat cepat. Ia begitu ahli dalam melumpuhkan musuh. Dan Nihat menjadi seorang yang ditakuti pada waktu itu. Ketika Nihat sudah dewasa, ia dikirim ke sebuah penjara untuk menjadi seorang algojo. Penjara itu adalah penjara di mana Nawal Marwan dikurung. Kemudian Simon bertanya, 'apa Nihat bekerja dengan ayahku?'

Panglima itu dengan pelan-pelan menjawab, 'tidak, dia tidak bekerja dengan ayahmu.'


Kemudian scene berpindah ke waktu tepat sebelum Nawal Marwan meninggal, yap kolam renang. 

Di kolam renang itu, saat ia berenang bersama Jeanne, ia melihat sebuah kaki dengan tato titik tiga di belakang kaki tersebut. Ia menghampiri orang itu pelan-pelan. Saat orang itu berbalik melihatnya, Nawal Marwan langsung diam seribu bahasa. Orang bertato titik tiga di kakinya itu, adalah algojo yang memperkosanya berkali-kali. Dan juga anak yang dilahirkannya dibantu neneknya dulu.

Nihat adalah Abu Tarekh. Jelas hal itu membuat Jeanne dan Simon terpukul bukan main. Saya pun terpukul. Jeanne menangis sejadi-jadinya, saya pun juga. Kami berdua menangis, di tempat yang berbeda. uhuk..


Dengan informasi yang mereka dapatkan, mereka pun mengetahui keberadaan Abu Tarekh di mana sekarang. Kemudian Jeanne dan Simon memberi amplop wasiat dari Nawal Marwan ke ayah mereka berdua sekaligus saudara mereka dari ibu yang sama. 

Scene terakhir memperlihatkan kuburan Nawal Marwan. Sekarang kuburan Nawal Marwan pun sudah dipasangi batu nisan. Dan berdiri seorang laki-laki yang merupakan anaknya, sekaligus algojo yang memperkosanya berkali-kali di dalam penjara. Dan film pun berakhir. 


Demikian ulasan saya kali ini mengenai film Incendies. Mohon maaf kalau teman-teman bingung ngebacanya. Saya akan berusaha lebih baik lagi ke depannya. Terimakasih.

Salam

27 comments:

  1. Jadi penasaran dengan filmnya, agak membingungkan ceritanya, tapi saya bisa membayangkan kalau filmnya juga punya alur maju mundur atau alur yang nggak runut ya kayaknya :)

    ReplyDelete
  2. Ya Allah,
    Saya terpukul membaca siapa algojo itu yang ternyata ayah dari dua anak kembar. Mengapa oh mengapa .... duh untung hanya film.

    ReplyDelete
  3. Asli baru baca ini saja hancur hatiku mbak, apalagi kalau menonton langsung filmnya ya. Huhuhu rasa tak kuat aku mbak. Lemah aku kalau film penuh kejahatan gini. Nyesek membayangkannya

    ReplyDelete
  4. Aku langsung auto liat translate untuk tau arti incendies mb lin hihi penasaran banget soalnya. Seru nih kayanya untuk film serius dan mikir boleh masuk list banget. Artinya "api" jadi penasaran beneran pas tau artinya pen nonton ah

    ReplyDelete
  5. Berarti kalo diterjemahkan ke bahasa persinetronan kita judulnya jadi gak singkat dong ya

    Ayahku adalah anak dari ibuku
    Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atau bisa juga judulnya gini Bun

      Aku dan saudara kembarku adalah putra dari anak ibu kami.

      Hihi

      Yang jelas, pastinya shock ya. Yang nonton juga deg-degan

      Delete
    2. Kebanyakan nonton ikan terbang pasti ni bun sis, wkwk. Etapi sedih lo tau endingnya begitu.

      Delete
  6. Saya lagi suka nonton film-film inspiratif. Sejauh ini baru film-film india, kayak "Pad Man", "Mallesham", "Ratchasi", dsb. Kalau ada rekomedasi film lainnya, boleh dishare mbak.

    ReplyDelete
  7. Judulnya kayk sinetron nya ikan terbang nih "ayah kandungku adalah kakak kandungku" wkwkwk..btw saya penasaran sama si ibu ini berarti waktu hamil anak pertama usia nya masih belasan tahun dunk ya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya donk kak.. kan katanya abis melahirkan dia sekolah lagi.

      Delete
  8. Kok gitu sih..
    Aku kok naik darah kak Vi..

    Ah sungguh melelahkan kalo ini terjadi di kehidupan nyata.
    Kok bisa cepat kali gede anak si Nawal ini.
    Hoalah.. anak ini yang memperkosa ibunya sendiri.

    ReplyDelete
  9. sinopsis filmnya bikin penasaran sekaligus darah tinggi karena gemes huhu. mau liat film nya full jadinya

    ReplyDelete
  10. jujur belum pernah nontom film ini, tapi membaca reviewnya langsung bikin larut sama ceritanya.. cocok buat jd tontonan di kala senggang atau saat lg butuh hiburan berkualitas..

    ReplyDelete
  11. Ulasannya bikin penasaran.nyesek juga baca adegan demi adegan. Bakal menguras emosi nih film action kayak gini. Meskipun ada pertanyaan tergantung kok bisa alurnya begitu. Huhuhu

    ReplyDelete
  12. Ya ampiuun jadi Jeanne dan Simon anak dari anaknya Nawal Marwan juga ya, hmm kasiah ibunya ya korban perkosaan anaknya, nasab anak2nya jd membingungkan, huhuuu

    ReplyDelete
  13. Bisa dihamami jika Nawal Marwan shock berat bahkan sampai akhirnya meninggal dan bikin surat wasiat yang tidak biasa.
    Yang jadi pertanyaan sebenarnya, mengapa dia tidak mengenali si algojo itu. Yang kedua, berarti saat itu usianya 1/2 usia Nawal.

    ReplyDelete
  14. Aku paham bacanya Mbak...ya ampun aku ikutan nangis di tempat yang berbeda. Betapa berat hidup Nalwan Marwan apalagi setelah kejadian di kolam renang itu ya. Duh, apalagi perasaan anak kembarnya. ..ilm yang keren

    ReplyDelete
  15. hebat juga ya, dari spoiler bisa berbagi cerita sedetail ini :)

    aku nonton ini film. cerita yang pilu, tapi memang sangat mungkin terjadi di daerah dengan konflik dan perang.

    ReplyDelete
  16. cari di google dan ketik nama film incendies dan memang terbukti trailernya bagus nuansa karakternya juga dapat

    ReplyDelete
  17. Lihat poster filmnya, sempat tertarik pengen nonton. Setelah baca ulasannya, duh kayaknya gak usah deh. Untung udah diulas di sini, hihihihi..kalau gak baca dulu, terus nonton aja, ntar malah jadi darah tinggi sendiri.

    ReplyDelete
  18. Ceritanya complicated ya Mba, tapi aku jadi penasaran ingin nonton. Bisa nonton dimana ya?

    ReplyDelete
  19. heh berarti si anak memperkosa tokoh utama selama di penjara nih mba?

    ReplyDelete
  20. Jadi penasaran sih kayaknya alurnya campuran ya mbak?
    Btw, saya juga suka lihat sinopsis film di Kamar Film. Buat film2 yang ga pengen saya tonton banget, biasanya langsung liat aja sinopsisnya.

    ReplyDelete
  21. Kok kita samaan ya kak, aku kalau baca buku biasanya baca bab 1 lalu ke bab akhirnya, setelahnya baca ulang lagi dari awal. Kalau film sih gak pernah. Aku mau juga nonton incendies ini ah

    ReplyDelete
  22. Ceritanya sedih tapi baca ulasan kaka, awak ngakak 😂 ceritanya rumit ya kak, mgkn klo menontonnya akan lbh jelas atau lbh rumit 🤣

    ReplyDelete
  23. Setelah baca ulasannya jadi pengen nonton langsung kak, kayanya seru dan lebih detil kalo nonton langsung kakk

    ReplyDelete
  24. Ya Allah ga kebayang kakperasaan Nawal saat ity hiks ya anaknya ya ayah dari anaknya yang lain, sampe speechless aku tuuu 😭

    ReplyDelete