Parenting Blogger Medan: Picky Reader

 Assalammualaikum wr wb


Picky reader, adalah fenomena yang muncul disaat anak mulai memiliki ketertarikan pada bacaan tertentu.

Bagaimana cara menyikapinya?


Ketika hamil, mulai dari anak pertama dulu, saya ingin anak saya suka membaca buku nantinya. Saya dengar banyak membaca buku dapat membuat anak cepat mengenal huruf dan daya pemahamannya juga cepat berkembang.

Alhamdulillah harapan saya terkabul, anak-anak saya suka buku.

Ketika menginjak usia empat tahun, saya membelikan buku pertama untuk si sulung, buku pertama yang memiliki tulisan walau tak banyak, (awalnya saya membeli buku yang memuat gambar-gambar saja, tanpa tulisan). 

Saya ingat buku pertamanya adalah boardbook berjudul 'Cahaya di Langit Mekah', karya Tartila Tartusi.

Buku itu kami baca berulang-ulang, sampai saya dan juga si sulung pun hafal isi buku tersebut, karena memang mudah diingat, tulisannya berima, seperti pantun.

Padahal, saya sudah membelikan beberapa buku lainnya dengan seri yang sama. Tetapi, si sulung selalu dimintakan buku yang sama setiap jam. Membaca buku yang sama berulang-ulang.

Ya. Memang sulit bagi anak-anak untuk mengingat isi buku yang ia baca, karena itu ia ingin membacanya berulang-ulang, untuk memahami isi buku. Seperti kita orang dewasa yang suka menonton film berulang-ulang.

Ternyata, setiap kali anak membaca buku yang itu-itu saja, kesan yang mereka terima berbeda-beda. Hal ini dapat memberi kesempatan untuk menganalisa karakteristik dan tingkat kemampuan membaca anak, dengan mencermati buku seperti apa yang ia minta bacakan berulang-ulang.

Ada juga kejadian dimana anak meminta ayah atau bundanya untuk membacakan buku yang tidak ada bacaannya, hanya gambar saja. Diminta untuk mengambil buku yang lain yang ada bacaannya, si anak menolak, bagaimana sikap ayah bunda? bingung ngebacainnya?

Banyak juga orangtua yang bingung bagaimana cara membacakan buku tanpa tulisan ke anaknya. Dan sering meminta untuk mengambil buku lain yang ada hurufnya. Atau anaknya disuruh baca sendiri buku tersebut.

Nah, kita bisa mengekspresikan cerita buku bergambar tersebut dengan cara kita sendiri. Nikmati gambar-gambar yang ada bersama si kecil, lalu susun cerita dengan kreatif bersama anak kita. Imajinasi si kecil itu sangat kaya lho. Mari membaca buku bersama-sama anak kita sambil membayangkan kira-kira karakter dalam buku sedang membicarakan apa.

Ada juga kejadian, anak hanya tertarik pada satu subjek buku saja. Si sulung saya, pun demikian, sebelumnya ia tertarik dengan buku yang membahas tentang pesawat. Inilah yang disebut dengan picky reader.

Ini adalah fenomena pada masa kanak-kanak, dimana saat ketertarikannya muncul pada suatu bidang. Ia hanya mau membaca buku yang terkait dengan bidang tertentu. Jangan takut parents, ini adalah fenomena yang baik, dimana ia berinisiatif membaca sendiri topik yang disukainya.

Ini adalah sinyal bahwa ia tenggelam dan fokus ke dalam kegiatan membaca buku. Jangan khawatir ya..

Karena kekhawatiran kita hanya akan menghalangi perkembangannya.

Tetapi meskipun anak sudah bisa membaca, seperti sulung saya, ia lebih suka dibacakan buku daripada membaca sendiri. Dan saya tidak pernah menolaknya. Saya tetap membacakannya walaupun ia sudah mampu untuk membacanya sendiri.

Karena apa? Karena anak yang mendengar suara ayah dan ibu ketika membacakannya buku, dapat merasakan kestabilan emosi yang lebih baik. Daripada huruf dan tulisan, buku yang bersisi gambar-gambar dapat lebih menstimulasi visual anak dari beragam sudut pandang.

Tidak selamanya kita bisa membaca buku bersama-sama anak kita. Dan banyak cara yang asyik untuk membuat si kecil menjadi senang membaca.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam




10 comments:

  1. Anak bungsuku banget ini, Kak. Buku yang disukai itu-itu aja. Mintanya juga dibacakan, enggan membaca sendiri. Lucunya lagi, dibandingkan buku-buku yang kubelikan, dia lebih suka membaca 'bukunya' sendiri. Jadi, dia itu suka menggambar di kertas bekas yang dia gabungkan. Lalu dia cerita secara verbal, dari gambar-gambar itu jalan ceritanya gimana. Dia hanya tuliskan sedikiiit banget. Lebih banyak cerita verbal gitu, Kak.

    Kadang gemes sih, kenapa nggak ditulis aja biar dia terlatih menulis juga. Tapi pelan-pelan aja deh. Yang kutahu, dia malah ajaib karena bisa membuat cerita sendiri.

    ReplyDelete
  2. Saya rasa tak apa kalau ia picky reader. Setidaknya mau membaca dulu. Sambil sesekali diajak lihat buku lainnya. Menumbuhkan minat baca yang sulit sekali.

    ReplyDelete
  3. Fase ini kayaknya pasti dialami oleh semua anak ya kak. Sekarang anak saya sukanya baca buku misteri hantu di sekolah yang ada di gramed itu. Sama seperti dulu saya suka baca serial goose bump waktu masih kecil, hehe.. Tak apa lah picky reader,, yang penting suka membaca.

    ReplyDelete
  4. Anak saya nih..picky reader banget. Pokoknya selain bacaan di sekolah, dia lahap semua. Kuat banget baca. Tapi giliran berkaitan dengan bacaan sekolah, ealah satu paragraf aja udah ngantuk dia :|

    ReplyDelete
  5. Iya, ya Mbak. Anak-anak kalau menyukai satu buku diulang minta dibaca lagi dan lagi..tapi jadinya lucu, dia akan senang sekali melakukannya. Enggak apa-apa, yang penting suka baca dulu meski pemilih anaknya. Selamat bersenang-senang dengan buku!

    ReplyDelete
  6. Rata-rata emang anak selalu impress dengan buku pertama yang ia punya ya kak Vi..
    Dulu si sulung gitu. Nah kalo Zia suka minta bacain buku apa aja. Termasuk buku tak berhuruf. Emaknya emang suka improvisasi. Jadinya besok2 dia membaca dengan cara dia sendiri. Padahal gak ada hurufnya. Hihihi mengarang cerita lah dia kayak emaknya.

    ReplyDelete
  7. Biasa picjy eater ya kan,, ini picky rrader, hmmm anak gak selamanya suka dg buku bacaannya ya,, nice info Mbak Vi

    ReplyDelete
  8. Putra saya juga jadi picky reader nih sejak kenal gadget. padahal dulu nggak...

    ReplyDelete
  9. Bermanfaat sekali ini Kak, anak-anak saya picky reader semua neh, soalnya emang dari dalam kandungan juga bundanya suka bacain picbook, hehe

    ReplyDelete