Parenting Blogger Medan: Ketika si Kecil sudah Punya Pilihan dan Pemikiran Sendiri




Assalammualaikum wr wb,

Halo parents, apa kabar..
Bagaimana kabar sikecil? Semoga tambah cerdas dan soleh ya…

Saya masih mau ngebahas tentang si sulung saya. Yang tahun ini dia sudah berusia tujuh tahun.
Usia yang sudah lebih paham mengenai sekelilingnya. Mengenai apa yang dia mau, dan sudah punya pilihan dan pemikiran sendiri. Usia yang semakin bikin emaknya terkaget-kaget. Suatu fase yang baru lagi.

Dia sudah punya pilihan sendiri, misalnya mengenai baju atau sepatu, atau tas sekolah seperti apa yang ingin dia kenakan atau yang ingin dia beli.
Tak jarang pilihannya kurang sesuai dengan pilihan kita. Tas sekolah yang norak, baju atau sepatu yang kurang matching menurut kita. Yang kadang bikin emosi emak.

Tapi yah sudahlah gitu kan. Saya belajar menghormati pilihannya. Saya hanya sering sounding, agar dia mau mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat kami orang tuanya, atau guru-gurunya, atau orang-orang bijaksana lainnya yang akan dia temui kelak ketika dia dewasa, walaupun pilihan tetap dia yang memutuskan.

Jadi ketika membelikan sepatu baru misalnya, kami mendiskusikan tentang warna apa yang akan dipilih, saya sarankan memilih warna-warna netral, agar mudah dipadupadankan ke warna pakaian apa pun. Tetapi ketika dia memilih warna lain, okey, silahkan saja (walaupun menurut saya agak norak).
Yang penting dia tidak menangis ketika mendengarkan saran dari saya. Mau mendengarkan dan memikirkan saran dari ayah ibunya.

Dan ketika kemaren kami hendak pergi berbelanja untuk membelikannya sepatu baru karena sepatu lama sudah kekecilan, saya sounding dari rumah, bahwa budget untuk membeli sepatu adalah sekian, jadi jika sepatu yang dia sukai nantinya harganya over budget alias lebih dari budget, mohon untuk mencari sepatu lain sesuai dengan budget.

Alhamdulillah, abang Lintang bisa menerima hal itu. Ketika ia menemukan sepatu yang dia inginkan ternyata over budget, dia tidak menangis atau merengek memaksa untuk dibelikan sepatu mahal tersebut.
Dan pelan-pelan kami pun mencari sepatu yang sesuai dengan keinginannya, dan sesuai juga dengan budget yang telah disepakati.

Saya sendiri senang sekali, karena pelan-pelan pikiran anak saya bisa lebih matang, kalo bisa dikatakan dewasa.

Tapi banyak hal yang masih perlu dipelajari. Karena masih banyak juga yang ada rengekan dan amukan jika tidak dituruti.

Yang penting sounding-sounding kita ke anak kita itu jangan berhenti dilakukan ya parents.


Dan jangan lupa, fokus pada pencapaian positif yah parents dari pada stag di hal-hal yang masih belum bisa dicapai, yang ada kita para orangtua akan capek sendiri.
Tetapi, yang belum tercapai tetap harus kita capai.

Demikian,
Salam

15 comments :

  1. Usia si abang sama dengan usia si kaka sistha,mau 7 tahun september ini. Sama bun si kaka juga sekarang sudah bisa pilih-pilih baju yang dia mau pake ketika pergi,bahkan bisa mix n match bajunya sendiri😁

    ReplyDelete
  2. Kayaknya anak2 itu bisa kok ya diberi pengertian caranya dengan sounding sebelumnya. Jadi pelajaran juga nih mbak buat saya kelak hehe

    ReplyDelete
  3. Setuju mbak, kadang karena kita fokus pada hal hal yang belum dicapai oleh anak jadinya bawaannya emosi he..he... padahal banyak hal-hal yang sudah dicapai anak-anak dan perlu diapresiasi.

    Terima kasih mbak tulisannya bermanfaat :)

    ReplyDelete
  4. Setuju Mbak..kalau anak-anak kiara sounding duluan pasti lebih siap menerima kenyataan. Kek harga sepatu yang over budget tadi
    Tips yang bermanfaat...makasih:)

    ReplyDelete
  5. Hmm, si nomor tiga kami pun gitu nih usia 8 tahun. Udah kayak remaja aja sok gedenya. Milih ekskul gak konsul² dulu sm uminya. Biasa apa² blg. Soalnya katanya pasti umi saranin masuk ekskul tahfizh. Jd bagus pilih duluan, pramuka. Hehe. Memang ya, kita sbg ortu never stop learning be a good parents.

    ReplyDelete
  6. Keren si abang dah bisa nentuin maunya apa dan gak tantrum karena maunya gak tercapai. Sholeh ya bang :)

    ReplyDelete
  7. Sama seperti anakku mom, udah maunya apapun milih sendiri, dan kadang dia susah untuk menerima pendapat orang tuanya.

    ReplyDelete
  8. Setuju banget mom, aku pun selalu belajar menghargai dan merespon apa yang anak kita inginkan selama keinganannya positif dan berguna bagi dia

    ReplyDelete
  9. Sebenarnya antara seneng tapi agak gemes gmn gtu, saat anak udah mulai punya pemikiran sendiri. Kyk anakku pas kecil dia kalau pakai baju sukanya itu2 aja, pas baju basah krn dicuci dia jg maksa pakai baju itu haha.Kudu disabar2in haha. memang gtu ya tugas ortu "meluruskan" saat anak mulai agak2 beda jauh mikirnya, Bener butuh komunikasi yg efektif :D

    ReplyDelete
  10. Samaaa mbaaak . Anakku usia 6 tahun lebih . Tingkah dan pemikiran nya bikin elus elus dada .
    Maksud nya elus elus dada gak nyangka ternyata anakku sudah besar , padahal perasaan kemarin masih bayi . Hehehehe

    ReplyDelete
  11. Sebagainorang tua, kita memang wajib menghargai pilihan anak ya kak. Seringsering berbagi informasi parenting kayak gini dong.

    ReplyDelete
  12. Terimakasih mbak buat tulisannya. Jadi benar ya sebenernya anak bisa diajak komunikasi tapi harus pelan pelan. Salah satu caranya adalah melakukan sounding sebelum pergi atau melakukan aktivitas. Pinter pinter orang tua untuk terus sounding ke anaknya ya mbak berarti hehe.

    ReplyDelete
  13. Si Sulung ternyata sudah lebih mandiri yah. Atas kemandiriannya harus diapresiasi tuh Mak. Terus kalo bisa jangan pernah dibeda-bedakan sama adik-adiknya biar kasih sayangnya merata 😊

    ReplyDelete
  14. Kuncinya terus disounding ya mba, biar anak paham dan mengerti. Anak Saya umurnya 5 tahunan, bentar lagi akan sampai pada fase ini, memiliki pilihan dan keinginannya sendiri. Duh semoga ga bikin emaknya emosi jiwa deh wkwkwkw

    ReplyDelete
  15. Semakin tambah usia, anak makin bisa beroikir sendiri,misalnya bau atau sepatu yang mau dimiliki. Sebenarnya, dulu kita pun begitu. Aku nggak selalu sesuai dengan maunya orang tua beli sepatu mesti yang ini. Nah, sekarang posisi berubah, jadi mesti lebih memahami.

    ReplyDelete

Made with by LinRaNa Mom | Distributed by LinRaNa Mom Templates