Parenting Blogger Medan: Berapa Harga Anak Kita?



Assalammualaikum wr wb

Edisi Parenting...
For Me & All Parents...

*BERAPA HARGA ANAK KITA?*

Berapa harga anakmu? Bingung pasti...

Karena nilai anak tak bisa diukur dengan materi, tak ternilai..!

Tapi benarkah anak itu tak ternilai?

Kadang-kadang atau mungkin seringkali anak bernilai sangat rendah di mata orangtua..

Kadang dia lebih rendah dari sebuah guci kristal.
Ketika guci itu pecah tanpa sengaja, maka rasa marah kemudian memecahkan perasaan anak, merendahkan nilai anak....😞
guci lebih berharga saat itu..!

Kadang dia lebih rendah nilainya dari sebuah mangkok atau piring..🍵
Yang jika pecah, suara kemudian meninggi memecahkan hati sang anak..😢

Atau lebih rendah dari semangkok sayur yang tertumpah, karena tangan kecilnya berusaha membantu ibu di dapur.

Mata yang melotot terasa lebih pantas walaupun harus menumpahkan air mata sang anak...! 😳

Atau lebih rendah dari sebuah mobil baru yang jika tergores, maka goresannya dianggap lebih berbahaya ketimbang goresan luka di hati sang anak...😔

Kadang anak juga lebih rendah nilainya dibanding facebook atau pertandingan bola....

Sehingga lebih banyak waktu dan keseriusan yang dihabiskan untuk facebook dan nonton bola ketimbang mendengarkan cerita anaknya di sekolah..😞

Kadang anak lebi rendah nilainya dari handphone..📱
"gak boleh nanti rusak...!"
kekhawatiran HP rusak lebih besar dibanding kekhawatiran rusaknya perasaan sang anak.

Berapa nilai anak bagi kita? Adalah sejauh keikhlasan kita menahan diri hingga tidak merusak hatinya....

Adalah sejauh kemampuan kita menempatkan harga dirinya jauh diatas benda2 mati yang kita miliki...
Benda itu tidak akan menolong kita di yaumil akhir..!

Sementara anak, adalah investasi kita di hadapan Allah.

Dia yg akan memperpanjang usia historis kita dengan doa dan amal sholih yang kita ajarkan dan dia melakukannya..

Ya Allah...jika ada keburukan akhlak kami ketika membesarkannya...
hilangkanlah dari ingatan anak2 kami...
hilangkan jejak-jejak keburukan dari tangan, mata atau mulut kami.

Kami hanya penitipan, sesungguhnya Engkau akan mengambil titipanMu, dan kami ingin Engkau puas dengan titipan itu...

Hingga kami berhak atas RahmatMu di yaumil akhir...

"Rabbana hablana min azwaajina wa dzuriyatina qurrata a'yun wa ja'alnaa lil muttaqiinaa imaaman..."
Aamiin yaa Rabb...


Sumber: Facebook

16 comments :

  1. Hiks...menampar mak...jadi ingat seminar-seminar bu Elly Risman.

    ReplyDelete
  2. Setuju sama Kak Nining, menampar sekali.
    Semoga banyak parents yang semakin memahami dan menyayangi anak-anaknya.

    Saya sebagai anak yang belum jadi orang tua dan belum nikah, saya selalu ingin kelak menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak saya nanti.

    Terima kasih Kak.

    Salam kenal.

    ReplyDelete
  3. Huwaaaaaa..

    Kadang karena jailin adeknya doank, emaknya udah nyubit duluan.

    Emak2 kadang ringan x tangannya ya kak.

    Kalo Udah kejadian baru lah nyesal

    ReplyDelete
  4. kena banget.. hiks... masih suka emosi.

    ReplyDelete
  5. Tersentil bacanya, terkadang saya gak bisa jaga emosi sama anak ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama.. Masih emosian.. Yang penting klo kelepasan kita cepat2 minta maap mak...

      Delete
  6. Anak adalah titipan dan amanah dari Allah, semoga kelak bisa dititipin oleh Allah, aamiin

    ReplyDelete
  7. Aduh..duh, sering banget aku seperti ini nih, kadang setelah melakukannya menyesal. Tapi aku pikir punishment yang tepat tetap perlu jika anak melakukan kesalahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mnrt para psikolog anak. Hukuman itu tdk berupa hukuman fisik, misalnya memukul, mencubit ataupun berteriak.

      Sebaiknya hukumannya spt: tidak boleh nonton kartun kesayangannya hari ini. Tidak boleh mainin mainan favoritnya hari ini. Dusuk dikursi hukuman tiga atau lima menit. Yg seperti itulah...

      Delete
  8. Pertama baca tulisan "berapa harga anak kita" pikiran saya langsung inget teori ekonomi yg bisa menghitung harga anak itu kak. Harga secara nominal mata uang sih haha. Dulu dosen sempat ngajarin itu soalnya, maklum anak ekonomi
    Tp ternyata tidak seperti itu ya kak. Mau bagaimana pun anak memang nggak bisa dibandingkan dengan nilai atau barang. Bermanfaat kak tulisannya

    ReplyDelete
  9. ceritanya luar biasa... gak kebayang akan hal ini,. ya aku emang belum punya anak tapi hal ini pernah aku liat di sekeliling ku sungguh miriss. walau pun tak pernah terjadi pada ku.. aku berharap hal ini juga gak akan terjadi pada anak ku kelak

    ReplyDelete
  10. Dalam sekali ini kk,, mudah2an aq dikasi amanah seperti itu

    ReplyDelete
  11. Belum punya anak haha!! 😂😂

    ReplyDelete
  12. Kirain mau jual anak kak...

    Tapi memang sih, kadang ada orangtua yang lupa akan anaknya. Lebih mementingkan gadget dari pada anak. Piring pecah, lalu anaknya dimarah itu sering terjadi.

    ReplyDelete

Made with by LinRaNa Mom | Distributed by LinRaNa Mom Templates