6 Tanda Skincare Tidak Cocok Di Kulit



 Assalammualaikum wr wb,


Kemasan skincare yang menarik atau review dari beauty vlogger or beauty blogger, memang sangat menggoda dan bikin tergiur untuk mencobanya. 

Tapi, hanya karena produknya berfungsi pada seseorang, bukan berarti skincare tersebut menjadi keajaiban untuk semua orang.

Alhasil saya pun jadi penasaran, seperti apa tanda skincare yang cocok atau tidak untuk kulit.

Terlebih jika saya telah menggunakannya secara rutin dan tetap tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk kenali beberapa tanda skincare tidak cocok di kulit berikut ini:


Satu. 

Jika kamu merasakan sensasi panas, bengkak, atau gatal, setelah mengaplikasikan produk skincare, hal ini merupakan reaksi yang sensitif terhadap salah satu kandungan dalam produk skincare yang kamu gunakan.

Rasa tersengat terkadang merupakan hal normal ketika menggunakan beberapa produk skincare. Misalnya yang berupa exfoliating acid.

Namun apabila rasa terbakar atau kemerahan terus menerus pada kulit kamu, merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang salah.

Jika wajahmu terasa panas menyengat, bahkan hingga meninggalkan ruam, kemungkinan besar disebabkan oleh salah satu pengawet, wewangian, atau bahan kimia yang ada di dalam skincare tersebut.

Oleh karenanya, pertimbangan untuk melakukan tes alergi untuk menentukan kandungan mana yang menjadi penyebabnya, sehingga kamu bisa tahu bahan apa yang harus diwaspadai di kemudian hari.


Dua.

Tanda berikutnya yaitu kulit kering hingga mengelupas. Kulit menjadi kering dan mengelupas saat menggunakan skincare baru sebenarnya wajar terjadi. Terlebih jika kamu menggunakan produk dengan kandungan rationol atau benzoil peroksida (maaf kalo tulisannya salah, soalnya kedengarannya seperti itu). Sebab retinol bekerja lebih cepat dalam mengelupas sel-sel kulit mati secara ringan. Mengatur pematangan sel kulit, dan menyebabkan iritasi ringan pada kulit sehingga mendorong pertumbuhan kolagen baru. 

Namun jika kamu mengalami iritasi berlebihan hingga kulit mengering, bahkan mengelupas, hal ini tidak bisa dibiarkan. 

Pengelupasan yang berlebihan, dapat merusak stratom korneo, yaitu bagian kulit yang menjadi pelindung terhadap patogen yang dapat mengekspos kulit serta melemahkan fungsi skin barrier dan memicu peradangan.

Jika skin barrier rusak, maka kulit menjadi rentan terhadap infeksi dari micro organisme seperti bakteri dan jamur, sehingga menyebabkan kulit menjadi sensitif dan mengalami iritasi. 


Tiga

Apabila kulit wajahmu memerah dan iritasi, kamu juga wajib hati-hati. Hal ini dapat muncul dikarenakan penggunaan skincare yang mengandung asam salisilat atau salicilic acid yang dirancang untuk merawat jerawat. Kandungan ini terkadang dapat mengiritasi dan mengeringkan lapisan atas kulit pada orang dewasa. Dan juga bisa membuat kulit kamu lebih merah. Apalagi jika tidak diseimbangkan dengan skincare yang mampu melembabkan kulit.

Jika ketidakcocokan tadi dibiarkan atau diabaikan begitu saja, hal ini akan benar-benar memperburuk jerawat yang kamu miliki.

Jika kamu masih ingin menggunakan skincare yang mengandung salicilic acid, pastikan produk yang kamu gunakan tidak bersifat comedogenic dan tidak mengandung minyak mineral, cocoa butter, atau bahan yang menyumbat pori-pori lainnya.

Jika sudah melakukannya, tapi kulit masih tetap merah dan iritasi setelah menggunakan produk perawatan jerawat yang mengandung salicilic acid, maka sebaiknya hentikan pemakaian produk.


Empat

Jika kamu melihat bintik-bintik coklat di wajah, atau kamu pernah mengalami kondisi kulit wajahmu serasa terbakar, kemungkinan besar semua hal tersebut terjadi karena kamu tidak mengaplikasikan sunscreen yang cukup kuat.

Tapi, kalau kamu melihat perubahan pigmentasi, terutama pada tulang pipi setelah menggunakan produk skincare baru selama beberapa hari, itu bisa jadi pertanda bahwa kulit wajahmu alergi pada bahan-bahan tertentu. Inilah kondisi yang disebut hiper pigmentasi paradox, dimana biasanya kondisi tersebut erat kaitannya dengan skincare untuk mencerahkan kulit yang diperkaya cogic acid (asam kojik), alfa arbutin, dan hydrokinon.

Jika sudah muncul bintik hitam, hyper pigmentasi atau kulit kusam, baiknya hentikan semua perawatan kulit yang mengandung bahan-bahan tadi yang sudah disebutkan. Dan tunggu kulit menyeimbangkan dirinya sendiri. 

Untuk mengatasinya kamu bisa menggunakan serum vitamin C yang diformulasikan untuk pemula, untuk mengurangi munculnya bintik-bintik coklat.

Selain itu pengaplikasian tabir surya atau sunscreen juga sangat penting dalam mencegah bintik-bintik yang ada menjadi lebih gelap dan mencegah terbentuknya bintik-bintik hitam baru. 


Lima

Hal kelima yang menandakan skincare mu tak cocok di kulit wajah, adalah kulit gatal berlebihan. 

Kulit yang gatal dan teriritasi dapat menunjukkan reaksi negatif terhadap produk yang kamu gunakan.

Kondisi ini dikenal dengan istilah dermatitis contact

Kulit gatal berlebihan, dapat terjadi akibat reaksi pelepasan histamin akibat penggunaan skincare yang kurang tepat.

Untuk  mengetahui produk yang mana yang menjadi penyebabnya, sebaiknya gunakan satu per satu produk skincare yang kamu miliki, lalu lihat hasilnya. 

Beri jeda dua sampai tiga minggu untuk melihat kecocokan produk skincare sebelum memutuskan menggunakan yang baru. 

Bila jeda waktu tersebut berakhir, dan kamu pun mengetahui produk skincare mana yang menjadi penyebab gatal pada wajah tersebut, kamu dapat secara perlahan mengombinasikan produk skincare rutinmu kembali. 


Enam

Kulit bekerja sebagai penghalang untuk mencegah kotoran dan radikal  bebas. Ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan minyak alami dan kelembaban kulit. 

Jika kamu mendapati kulit wajahmu tiba-tiba lebih licin atau berminyak dari biasanya, ini bisa menjadi tanda bahwa kamu kehilangan minyak alami. Karena penggunaan zat-zat yang keras atau bahan yang terkandung di skincaremu tidak cukup melembabkan kulit. 

Bukan cuma minyak  berlebih, ketidakcocokan kulit wajahmu pada skincare juga dapat ditandai dengan munculnya banyak jerawat.

Jerawat memang normal sih untuk terjadi. Tetapi jika jerawat muncul setelah pemakaian skincare yang kamu gunakan, maka saatnya untuk melihat kembali komposisi bahan yang ada di dalam skincaremu. Bisa jadi kamu menggunakan bahan yang terlalu keras untuk tipe kulit wajahmu, higga tanpa disadari menjadikan kulit berjerawat. 

Maka sebaiknya carilah produk yang mengandung bahan anti jerawat yang telah terbukti. Seperti T-three atau centela asiatica dengan formulasi bebas minyak dan non-comedogenic.


So, dari keenam tanda yang telah dibahas di atas, ada gak sih yang saat ini sedang kamu alami?

Cerita yuk di kolom komentar....


Baca juga Makanan dan Jerawat, Adakah Hubungannya?


Salam







Sumber penulisan ada di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=lN2ErxIbR_c&list=WL&index=108

24 komentar:

  1. wah betul nih, wajib tau ya biar gak makin parah akibatnya, dulu pertama skincare-an pernah sampe jerawatan parah, huhu

    BalasHapus
  2. Pernah, Kak..Baru olesin sekali langsung terasa panas, gatal, cekit-cekit di kulit.
    Pertama kupikir penyesuaian aja...eh kedua kalinya lebih parah, kulit terasa panas dan memerah.
    Udah deh stop...dan ini aku temui pas coba brand lokal yang terkenal bangets itu dan satu lagi merk luar yang ternama sekali juga.
    Jadi ga jaminan kalau banyak yang pakai cocok di kita
    Mending kalau ada apa-apa ya berhenti pakai aja

    BalasHapus
  3. Saya belum pernah pake skincare aih tapi saya sering liat wajah teman saya berubah jadi memerah saat kena sinar matahari,, mungkin karena dia gak cocok yh sama skincarenya

    BalasHapus
  4. Kak Vivi kl nulis berfaedah semua, contohny artikel pekan ini nih ttg tanda skincare gak cocok di kulit. Btw aku kok dengaren gak rajin skincare lagi nih Kak. Ada masukan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang skincare-an itu pun moodnya naik turun mba Mia.
      diriku juga begitu.
      datang rajinnya, pagi dan malam skincare-an.
      Tiba maleusnya... diterge pun tidak itu skincare... ngenes dia di tempatnya

      Hapus
  5. Sejauh ini belum pernah burn out atau purging atau mengalami tanda-tanda di atas kak. Karena biasanya pake skincare yang BPOM sih. Takut pake yang instan atau ada bahan obat. Memang cepat hasilnya tapi gak bertahan lama.

    BalasHapus
  6. Saya pernah pakai skincare terus panas, kemerahan dan mengelupas, kalau kaya gitu namanya purging ya? Sekarang sih udah nggak berani pakai yang aneh2.. pakai yang udah jelas aman dan cocok di kulit aja.

    BalasHapus
  7. aku pernah coba skincare yang bikin sensasi panas, bengkak, atau gatal. Semenjak itu aku gak mau lagi coba-coba. Cukup setia dengan skincare yang aman bagi kulit

    BalasHapus
  8. saya biasanya kalau tidak cocok dengan sincare mukanya akan memerah panas dan gatal, lainnya tidak pernah alami, biasanya langsung stop sih

    BalasHapus
  9. Pernah liat kawan, mukanya jadi berjerawat parah, dan ada juga yang kulitnya jadi menghitam. Karena gak cocok skincare ya kan
    Jd emang cocok-cocokan juga. Tq sharingnya, jd bisa tau tanda awal gak cocoK dengan skincare

    BalasHapus
  10. Dek, di atas gak ada tips loh.. hihihi

    Artikelnya cuma bercerita tentang tanda-tanda skincare yang kita pake gak cocok sama kulit kita.

    BalasHapus
  11. Ada nih, saya awalnya pakai skincare terasa panas gitu untuk pertama kalinya. Entah mungkin bereaksi dengan bahan lain atau apalah gitu. Saya mulai ngerasa cemas, “apa mungkin enggak cocok kali ya.” Namun panasnya hanya sebentar sih. Terus memberanikan diri deh buat pakai lagi malamnya dan sekalian coba dioleskan di kulit tangan. Mana tau bisa dideteksi enggak cocok ke kulit.
    Ternyata enggak panas dan saya aplikasikan lagi ke wajah. Sampai sekarang aman-aman aja dan jerawat alamdulillah berkurang perlahan. “Apakah tandanya skincare ini cocok?”

    BalasHapus
  12. awak pernah ini kak...awak kira kan awalnya karena habis make krim n suncare ini awak keluar rumah kena panas..kata kawan habis make krim d rumah aja...loh jadi apagunanya suncare ya kan masa berondok terus kita pas make krim wajah...dah la kan tetap pake makin parah kak eee ish mau nangis rasanya habis tu cepat2 la menghentikannya dan g pake apa2..gara2 syg beli mahal jadi rusak la muka..alhamdulillah udah baikan untung cepat tau.

    BalasHapus
  13. Kadang karena sayang skincare terbuang, ditahankanlah merasakan ketidakcocokan kulit yang tidak berjodoh. Apalagi kalau skincarenya yang muahall. Tapi ya memang lebih bagus langsung stop daripada muka tambah hancur.

    BalasHapus
  14. Hmm, berarti kalau abis skincare-an trus kita ada merasakan kulit wajah panas atau bengkak, mengelupas, iritasi, bintik-bintik coklat, gatal berlebihan, licin atau sangat berminyak, udah pastilah itu produknya gak cucok di wajah ya kak. noted. Matursuksma kak vivi...^^

    BalasHapus
  15. Aku pernah nih pake produk skincare eh malah gatal gitu. Udahlah gak berani aku lanjutin. Daripada bahaya.

    BalasHapus
  16. Biasanya saya langsung tumbuh jerawat gitu klo gak cocok sama produknya, udah gak pake lagi produknya jerawat pun hilang :)

    BalasHapus
  17. Belum perna make skincare kak soalnya jdi blum tau manfaatnya gimnan 😅

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah jarang nggak cocok ama produk skincare. Kalo nggak cocok langsung muncul jerawat di wajah, jadi langsung saya stop pemakaiannya. Buat wajah mending nggak usah coba-coba deh. Kalo udah ketemu yang cocok, lanjutkan aja.

    BalasHapus
  19. Pernahhh olesin sekali terus beberapa menit langsung panasss dan kayak ada sensasi cubitan gituu. Aku takutnya expired atau apa gitu yaa ternyata ya ngga jugaaa.

    BalasHapus
  20. Kalau saya pernah pakai skin care trus kulit wajah jadi panas banget. karena takut ya udah saya hentikan deh

    BalasHapus
  21. Berarti bisa aja Mbak ya, produk skincare yang udah terkenal, nggak cocok sama kulit kita?

    BalasHapus
  22. Alfie pernah pakai skincare abal abal. Mukanya panas banget. Merah. Kulit mengelupas. Dan terakhir banyak jerawat yang muncul. Iritasi.

    Kurang ajar Popi Merkuri itu. Sakitnya sampai ke hati

    BalasHapus