Karena Hoax Itu Jahat


 


Assalammualaikum wr wb,


Apakah hoax itu?

Nah, gimana kalo misalnya kamu lagi asik-asik makan mie instant kesukaan kamu yang enak itu, terus pas nge-cek sosmed, eh ada berita kalau ada koruptor yang dikutuk jadi ikan pari.

Ya sih, itu kabarnya bagus, tapi bikin kesal tau! karena itu adalah hoax.

Tapi sebenarnya apa sih hoax itu?

Hoax adalah usaha untuk menipu atau mengakali masyarakat agar mempercayai sesuatu. 

Kata hoax berasal dari mantra 'hocus focus' yang biasa digunakan oleh para penyihir di abad ke-16, atau semacam mantera abra kadabra gitu.

Jadi seperti penyihir, penyebar hoax mencoba membuat orang-orang melihat suatu kebenaran menjadi kepalsuan, ataupun sebaliknya. 


Sama kayak virus yang membuat kita flu, kabar palsu juga cepat menyebar kemana-mana.

Bedanya kalau flu bisa diobatin dengan istirahat dan makan makanan yang sehat, hoax atau kabar palsu itu butuh obat yang lebih kurat. 


Tapi, kenapa orang gampang percaya sama hoax?

Kenapa bisa cepat tersebar?

Dan.....

Kenapa harus dihentikan    ?


Jawabannya karena................ BIAS KONFIRMASI.


Oke, jadi gini, kita seringkali menerima sesuatu tanpa dipertanyakan dulu karena informasinya bikin kita setuju.

Ya, itu karena hoax berisi info yang bombastis, sensasional, dan dapat membuat yang membacanya merasa harus cepat-cepat menyebarkan informasi yang ada, tanpa bertanya-tanya. 

Akhirnya kabar palsu yang menipu pun bisa menyebar. Secepat kilat menyambar. 

Tapiiiii.... kenapa hoax itu harus dicegah?

Dan bagaimana mencegahnya...?


Simpelnya, karena hoax itu jahat!

Saking jahatnya, hoax ini sering dipakai oleh politikus buat ngejatuhin lawan. Digunakan teroris buat menyebar ancaman dan ketakutan. Sampai orang-orang kurang kerjaan yang hobinya niupin rasa kebencian. 

Intinya jika dibiarkan, kebohongan yang diulang-ulang, akan dipercaya sebagai sebagai kenyataan. 

Dan jika itu terjadi, dunia akan penuh manipulasi dan tipuan.

Sampai akhirnya kita tidak tahu, mana yang jujur dan mana yang ingin membuat hancur. 


Lantas bagaimana cara mencegahnya?

Biar hoax bisa mental, kita harus punya.... hmm... istilah kerennya - Kemampuan Literasi Digital.

Lewat cara ini semua orang bisa mencari, menilai, menggunakan, sampai nyebarin, bahkan membuat konten yang positif. 

Jadi, setiap ada yang bilang ada ledakan di suatu tempat, batu canggih yang katanya bisa bikin penyakit cepat hilang, atau kabar tentang orang yang katanya bisa melipatgandakan uang, kita bisa buru-buru cek ke mesin pencari dan tanya kebenarannya sebelum percaya, dan bahkan menyebarkannya ke mana-mana.


Jadi, kalau menemukan informasi yang tidak mencantumkan nama penulisnya, sumbernya cuma dari grup sebelah aja, isinya bombastis dan penuh sensasi, sampai asumsi-asumsi yang tidak terbukti, informasi itu harus dicurigai.

Karena bisa jadi, kabar itu kabar palsu dan hanya membuat kita tertipu.


ORANG CERDAS, BERITANYA JELAS! 


Salam.






Sumber penulisan:

  • Vlog Najwa Shibab https://www.youtube.com/watch?v=Df3XiTYOyT8
  • Vlog Kok Bisa? https://www.youtube.com/watch?v=36uj3gwhGx4

16 komentar:

  1. Karena di sana, sebenarnya ada yang pemasukan untuk biaya hidupnya ya dari seberapa banyak orang yang bisa terkena hoax. Sesukses ia bisa menyeret orang percaya dengan berita bohong, sebesar itu penghasilan yang yang akan diterimanya, bahkan bakal dapat bonus...

    Wallahu alam...

    BalasHapus
  2. Hoax jahat tapi sebagian orang memegangnya erat untuk membenarkan pendapatnya yang harus dibela, apapun itu :(

    BalasHapus
  3. Kadang sering Nemu broadcast dari wa yang dikirim dan diteruskan berkali-kali. Awak paling suka cek dan kirim balik ke grup kalo itu hoax. Jadi gak bikin orang keburu percaya.

    BalasHapus
  4. Baru tau hoax asalnya dari kata hocus focus hehe.. nyebelin mmg hoax yg beredar, gak jarang bikin mental down. Wajib cek ricek lg sumbernya kalo ada informasi yang beredar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengar kata hocus focus teringat Masha and the bear..
      Itu kalimat yang diucapkannya kalo lagi mau merubah sesuatu. Memang iya kayak mantra simsalabim

      Hapus
  5. Nah, kalau aku itu suka sebel misal di grup PKK komplek banyak yg share berita hoax di wa grup. makanya aku selalu hati hati banget pas baca berita apapun juga. Biar hati juga lebih tenang

    BalasHapus
  6. Hoax itu sama kayak godaan setan yang terkutuk. Hehehe. Mungkin karena otak manusia dirancang dengan rasa penasaran tinggi ya mba, jadi selalu lebih tertarik dengan hal-hal yang bisa mendatangkan tanda tanya dan mengaduk-aduk emosi.

    BalasHapus
  7. Betul, harus hati-hati sama berita dari sumber yang gak jelas. Nama penulisnya tidak ada, isi terlalu sensasional dan bahkan seringnya judul-judul click bait. Sudah saatnya kita brantas hoax karena kalau dibiarkan dampaknya ngeri banget. Dapat menciptakan kegaduhan, perpecahan hingga kematian.

    BalasHapus
  8. Iya ya, rasanya kalau tiba tiba menemukan berita yang bombastis dan seperti mengetuk hati untuk langsung mengarahkan jari demi membagikan si berita tadi, sesungguhnya bisa jadi alarm bagi diri untuk berhati-hati. Bisa jadi berita tadi hanyalah hoax.

    BalasHapus
  9. aah iyaa jadi inget sama hocus pocus penyihir itu mbaa, ternyata hoax diambil dari kata itu yaahh

    BalasHapus
  10. betul sekali hoax itu jahat banget memang dna bisa menjerumuskan kita ke hal-hal yang kurang baik, wajib cerdas dalam menerima dan memberikan sebuah berita atau informasi

    BalasHapus
  11. Suka gemes sama berita hoaks yg ada di grup wa, makanya tuh saya suka nanyain ada sumbernya ga? valid ga datanya, banyak yg masih buta akan literasi digital ini

    BalasHapus
  12. Duh... suka deh ama closing statement nya... orang cerdas beritanya jelassss. jd kl penyebar hoaks tuh dipastikan kurang ya kecerdasannya hihi... meresahkan pembaca soalnya... nice share Sista...matur suksma

    BalasHapus
  13. Setuju Kak Vi... literasi digital itu bikin orang jadi lebih melek sama informasi dan kl semua orang mau baca bener2 dan mengaktifkan critical thinkingnya insyaallah bangsa Indonesia bs jadi bangsa yg literat

    BalasHapus
  14. Setuju kak literasi digital itu penting banget utamnya untuk menangkal berita hoax ya apalgi situasi lagi kayak gini jadi ada baiknya semua di saring dulu sebelum sharing

    BalasHapus
  15. Hoax itu emang gemesin banget, aku sampai keluar dari grup alumni kampus, gara2 bannyak yang share berita hoax. Kalau ditegur, selalu alasannya, "Yang penting kan isinya baik." Duh.. bete dah. Sekali dua kali, masih kudiemin. Sampai lebih dari lima kali, aku angkat kaki dah :D :D

    BalasHapus