PARENTING BLOGGER MEDAN: APA KAMU PERNAH SEDIH?




Nah, kali ini saya kepo de, buat nanya ke anak-anak apa mereka pernah sedih, karena keknya tiap saat tiap waktu kok ya gembira aja keknya, tereak-tereak, emang sih kadang nangis pas main, tapi cepat kali pada ketawa ketiwi lagi..

Jadi pas ada waktu luang yang nyantai gitu, saya nanya ke mereka, berbagi cerita lah gitu, apa sih yang bikin mereka sedih.
Dan ternyata, kalo menilik ilmu parentingnya, saat anak mendapatkan kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya sendiri, sangat baik lho untuk mengurangi stress yang dirasakan anak.
Dan hal ini cocok diterapkan untuk anak usia 4 – 6 tahun, baik untuk area perkembangan emosi atau sosial mereka juga.

Menurut chai’s play, menanyakan bagaimana perasaan anak yang sebaiknya dilakukan saat semua rileks, baik anak, ataupun ortunya, ini merupakan suatu permainan psikologis.
Chai’s play app juga memberikan contoh-contoh pertanyaan dan tindakan yang bisa kita Tanya dan lakukan ke anak. Kira-kira pertanyaan kek gini ni:

  1. Tanyakan hal-hal yang membuat anak sedih akhir-akhir ini.
  2. Kita dengerin de cerita yang disampaikan oleh anak, dan berikan respon bahwa kita memahami perasaannya dengan mengucapkan “ternyata saat itu abang merasa sedih ya?”
  3. Pas anak cerita tentang kesedihannya karena pernah dimarahi oleh kita, maka segeralah minta maaf “waktu itu mama marah karena gak ngerti perasaan kamu, maafin mama ya..”
  4. Dengarkan semua kesedihan yang dirasakan oleh anak dan peluklah anak dengan erat.
  5. Seringlah meluangkan waktu untuk berbagi perasaan atau menceritakan kisah-kisah yang sudah lalu sebelum waktu tidur anak. Cara ini bermanfaat untuk mengurangi stress anak.


Pernah kah saya mempraktekkannya?
Pernah!
Prakteknya, kikira percakapan kami begini:

“bang, baru-baru ini abang pernah sedih?”
“pernah ma. Yang pas kemaren sore mama marah gara-gara semua mainan berserakan, terus abang dimarahin karena gak disusun lagi. Abang udah susun lho mainannya, tapi adek yang bongkar lagi. Abang nangis terus.. mama bilang jangan nangis, tapi abang nangis terus”
“jadi waktu itu abang sedih ya? Nangisnya banyak ya? 
mainannya keinjak mama, mainannya jadi rusak, trus mama juga jadi sakit kakinya, jadi mama merasa sedih kenapa mainannya juga gak dijaga. Tapi gapapa kok. Mama juga mulai sekarang gak akan langsung marah sama abang kalau ada yang salah. Karena mama sayaaaangg kali sama abang.”
-----------------------------------

Begitu lah kikira isi percakapan kami.
Kesimpulan saya sih, anak yang selalu ceria pun pasti pernah merasa sedih dan memiliki kenangan yang membuatnya menangis.
Daripada pikiran kek gitu hanya disimpan aja, kan lebih baik sesekali luangkan waktu bersama untuk berbagi.
Sama seperti kita orang dewasa, setelah mengungkapkan isi hatinya, anak akan lega, doa kita anak tumbuh jadi anak yang lebih ceria dan sehat, Aaamiiin Ya Allah….


seperti biasa, sumber tulisan saya adalah Chai's play app

3 comments :

  1. Mungkin yang bikin mereka gak terima, jika kesalahan ditimpa kepada mereka padahal mereka merasa bukan yang melakukan kesalahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak hanya anak kecil bang day, orang dewasa juga pasti gak terima kan ya klo disalah2ain padahal bukan kesalahannya..
      wong kalo kesalahannya aja, kadang suka gak terima, apalagi gak salah.... hehehehe

      Delete

Made with by LinRaNa Mom | Distributed by LinRaNa Mom Templates