ZERO WASTE, GO GREEN !!!



Kali ini saya ingin membahas mengenai zero waste, dan go green.  Karena saya termasuk salah satu pendukung gerakan zero waste and go green ini. Tahukah teman-teman, dengan zero waste lifestyle ini, kita selangkah mundur dari global warming, asikkan..?

Tapi…. Pertama-tama, kita cerita-cerita dulu yuk, apa sih yang dimaksudkan dengan zero waste and go green ini.


Menurut sumber kaskus Zero Waste adalah filosofi yang mendorong kita untuk menata ulang sumber daya kehidupan sehingga semua produk dapat digunakan kembali.

Satu lagi pengertian zero waste menurut Pacific Garden dalam websitenya pacific garden adalah gaya hidup mengurangi penggunaan sekali pakai, yang berujung pada sampah yang sangat minim hingga nihil.

Memang susah untuk mengurangi sampah saat kita hidup di era yang serba praktis dan terbiasa dimanja dengan barang-barang sekali pakai, tapi bukan berarti zero waste lifestyle mustahil untuk kita terapkan.

Nah, klo go green apa ya maksudnya?

Dicopy paste dari website pengertian go green Go Green itu merupakan propaganda yang biasa digunakan dalam kampanye peduli lingkungan, atau bisa juga dikatakan sebagai gerakan 'back to basic' kesadaran lingkungan. Porpaganda ini tujuannya macam-macam, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan.

Jadi kesimpulan yang saya buat, Zero Waste and Go Green adalah suatu filosofi yang mendorong terciptanya gaya hidup untuk meminimalisasi sampah (kalau bisa nihil sampah) yang salah satu caranya adalah menggunakan semua produk yang dapat digunakan kembali (re-use), sehingga bisa berdampak baik pada lingkungan di sekitar kita (minimalisasi sampah)

Mengapa saya ikut mendukung Zero Waste Lifestyle ?

Awalnya sederhana saja, karena sampah rumah tangga di rumah sendiri, terutama sampah plastik, memang selalu buanyakkk banget setiap harinya. Dan saya juga sering liat banyak TPS (tempat pembuangan sampah) yang paling banyak itu ya sampah plastik. Sehingga mulai terpikir untuk mengurangi sampah terutama dari rumah sendiri dulu aja.


Apa aja sih yang udah dilakuin untuk ngedukung Zero Waste and Go Green ini?


Saya dan keluarga mulai ikut gerakan zero waste setahun belakangan ini. Hal-hal yang sudah saya terapkan itu antara lain:


Mengurangi penggunaan botol dan drink cup sekali pakai. Kami membiasakan diri  membawa sendiri botol minuman alias tumbler.  Tidak sulit untuk membiasakan anak-anak untuk membawa tumbler sendiri. Tumbler sekarang kan cantik-cantik dan lucu-lucu. Sehingga anak-anak pun semangat bawa minuman pake tumbler sendiri. 

Alhamdulillah komunitas parenting yang saya ikuti pun selalu mengingatkan membawa wadah sendiri apabila kami berkegiatan.

Di Amerika, banyak disediakan kran-kran air yang airnya dapat langsung diminum. Sehingga kalo kehabisan minum di jalan, bisa diisi ulang botol minumnya. Moga-moga di Indonesia bisa juga punya kran air yang airnya bisa langsung minum ya. Lumayan hemat hehehe eh tapi di bandara kuala namu kalo ndak salah ada lho, dan di masjid Agung Medan sebelum mereka renovasi juga ada.


Mengurangi jajan makanan-makanan di luar rumah. Tau kan, kalo kita pesan makanan by delivery, makanan itu kebanyakan dibungkus dengan wadah plastik. Sendok garpunya dari plastik, dapat serbet sekali pakai, tempat sambelnya juga dari plastik kecil. Jadinya ya saya lebih suka masak sendiri makanan-makanan untuk keluarga. Kalaupun harus membeli di luar pas males masak, ya ndak pake delivery servicenya, datang langsung ke tempat jualannya bawa wadah sendiri.

Saya pernah nonton salah satu drama korea, di mana tokoh utama adalah seorang barista alias peracik kopi. Beliau berjualan minuman kopi tapi tidak menyediakan wadahnya. Jadi kalo mau beli kopi di cafenya harus bawa wadah kopi sendiri. Sampai segitunya kampanye zero waste di negara lain ya, bahkan sampai di drama televisi pun disuarakan.

Belanja ala zero waste. Saya bawa kantong belanjaan sendiri alias eco bag, baik itu ke pasar atau pun belanja ke supermarket. Saya bawa tempat ikan sendiri. Kantong-kantong kecil dari kain yang biasanya saya dapat dari souvenir kondangan untuk tempat-tempat bawang, cabe. Wadah bekas eskrim, wadah bekas salad, pun saya pakai untuk tempat-tempat bumbu kalau ke pasar. Tapi saya sendiri juga masih sering lupa kalo saya itu bawa wadah sendiri. Gak jarang saya lupa kasih wadah ikan saya ke penjualnya, saya bawa ikan yang sudah dibungkus plastik, wadahnya malah bersih. Juga ketika belanja bulanan ke supermarket atau minimarket. Saya lupa kasi eco bag saya ke kasirnya.  
Dan satu yang saya blom bisa lepas. Yaitu, pemakaian popok sekali pakai pada anak batita saya… (hiks)


Lanjut ya...

Inovasi-inovasi dalam rangka pengurangan sampah sekali pakai juga sangat unik.  Sekarang ini  mulai banyak dijual barang-barang alternative, contohnya eco bag tadi, udah banyak yang jual dalam segala ukuran untuk disesuaikan dengan segala jenis belanjaan. Ada kain katun pengganti kapas penghapus make up, sedotan aluminium yang bisa dipakai berkali-kali lengkap dengan alat untuk membersihkannya.  Pisau cukur yang terbuat dari metal seluruhnya yang juga dapat didaur ulang.  Dengan begitu sudah membantu penggunaan alat cukup yang terbuat dari plastik.


Gimana... mudah kan? ayo mulai dari sekarang perlahan-lahan saja kita ikut zero waste lifestyle.  Kan Kasian alam kita, mereka udah ngasih kita kehidupan, masa kita gak mau nolongin alam kita?
Yuk, agan/sista terapkan Zero Waste mulai sekarang!



Medan, 13 Januari 2019



17 comments :

  1. Wah saya suka campaignya. Saya juga pendukung go green. Mari sama2 slamatkan bumi untuk masa depan

    ReplyDelete
  2. Selain di Mesjid Agung, juga disediakan kran air minum di PDAM Tirtanadi di jl SM Raja, juga ada di Mesjid di depan MAN Pancing, airnya bening 😂

    ReplyDelete
  3. Wahh aku dari pertama Kali ngekost uda ngebiasain diri buat misahin sampah jadi 3 bagian. Semenjak ada stainless straw aku juga uda gamake sedotan plastik. Aku suka champaign nya semoga Makin banyak pendukung zero waste

    ReplyDelete
  4. duh..duh.. salah satu PR yang belum kami kerjakan nih. zero waste.. hiks

    ReplyDelete
  5. Alhamdulilahh 2 dari 3 cara mengurangi sampah plastik diatas sudah saya lakukan terlebih saya masih volunteer di Greenpeace hahaha

    ReplyDelete
  6. yang bikin miris ya ketika belanja di minimarket dan melihat ada buah pisang di bungkus sama plastik. Disitu saya merasa kasihan sama Tuhan, kulit pelindung buahnya gak dipercaya sama makhluk ciptaanya sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mgkn takut dicowel calon pembeli..

      Hmmm berarti penjual curigation sama calon pembeli? 😓

      Delete
  7. Good kak. Gacil masih males ribet jadi pengen instan aja. Kalau kemana2 mau beli di supermarket ya masih pakai plastik. Ntar di coba deh hidup zero waste go green

    ReplyDelete
  8. kita sama sama tau kalau pembungkus plastik itu selain untuk mempermudah pembeli ini juga sebagai branding perusahaan itu sendiri. setelah baca ini jadi harus berpikir gimana cara branding tanpa sampah

    ReplyDelete
    Replies
    1. di luar negeri, mereka pake kantong kertas. tapi ya itu belanjaannya jadi ga ditenteng, tapi digendong

      Delete
  9. saya pndukung gofreen dan zero waste tp dari sikap belom berubah..masik.nerima plastik.bungkusan ikan klo.dipajak..huhu

    ReplyDelete
  10. ini perlu di praktekkan sebab kota medan baru-baru akhir ini di rilis sebagai kota terkotor nomor 5

    ReplyDelete

Made with by LinRaNa Mom | Distributed by LinRaNa Mom Templates